
TIKTOK buka suara perihal beredarnya kabar bahwa aplikasi Tokopedia akan ditutup dan dialihkan ke TikTok Shop. Kabar tersebut dibantah TikTok.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” kata Juru Bicara TikTok kepada Tempo pada Rabu, 4 Februari 2026.
Sebelumnya, kabar mengenai rencana ditutupnya Tokopedia ramai dibicarakan di media sosial.
Merespons isu tersebut, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyatakan akan terus memantau perkembangannya dan siap berkoordinasi dengan kementerian serta regulator terkait guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan konsumen di tengah transformasi ekosistem perdagangan digital nasional.
Saat ini banyak pengguna Tokopedia yang masih memiliki paket berbayar Tokopedia PLUS, layanan premium yang menawarkan bebas ongkos kirim tanpa batas, pengiriman lebih cepat, serta diskon eksklusif dengan biaya langganan sekitar Rp 150-Rp300 ribu untuk enam bulan, atau dapat lebih rendah dalam periode promosi tertentu.
Ketua BPKN Mufti Mubarok mengatakan setiap perubahan model bisnis, merger, maupun penutupan platform digital tidak boleh merugikan konsumen, terutama konsumen yang telah membayar layanan di muka. “Konsumen tidak boleh diam. Negara hadir melalui BPKN untuk memastikan hak-hak konsumen digital tetap terlindungi,” ujarnya dihubungi dari Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026, dikutip dari Antara.
Peleburan Tokopedia dan TikTok terjadi setelah pemerintah melarang praktik social commerce, yaitu niaga elektronik yang menggabungkan media sosial dan platform e-commerce, seperti TikTok Shop. Pada 10 Desember 2023, bertepatan pada Hari Belanja Online Nasional, TikTok dan Tokopedia menandatangani perjanjian pengambilalihan saham.
Tokopedia melepas 75,01 persen saham senilai US$ 840 juta atau setara dengan Rp 13,69 triliun (asumsi kurs Rp 16.294 per dolar AS) kepada raksasa teknologi asal Cina tersebut. Sedangkan 24,99 persen saham sisanya tetap dimiliki PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Dalam kerja sama dengan Tokopedia, TikTok berkomitmen menginvestasikan lebih dari US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 24,44 triliun secara bertahap. Rencana ini diikuti pengalihan kepemilikan dan hak operasi TikTok Shop di Indonesia senilai US$ 340 juta atau setara dengan Rp 5,64 triliun kepada Tokopedia.
Alfitria Nefi Pratiwi berkotnribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Setelah TikTok Tak Lagi Dibekukan
