
BANK Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas atau M2 pada Desember 2025 mencapai Rp 10.311,1 triliun atau tumbuh sebesar 9,6 persen (year on year). Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8,3 persen.
Berdasarkan komponennya, pertumbuhan M2 didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit atau M1. “Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0 persen dan uang kuasi sebesar 5,5 persen,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 24 Januari 2026.
Adapun M1 pada Desember 2025 tercatat mencapai Rp 5.955,9 triliun atau tumbuh sebesar 14,0 persen. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 11,4 persen (year on year). Pangsa M1 sendiri mencapai 58,8 persen dari M2.
“Perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan perkembangan penyaluran kredit,” kata Denny. Adapun tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 13,6 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen.
Sementara itu, penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,3 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9 persen. Sedangkan aktiva luar negeri bersih tumbuh 8,9 persen (year on year), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,7 persen.
Pilihan Editor: Masa Depan Integritas Kebijakan Moneter Bank Indonesia
