Gadai BPKB

46abd22828d73550f142cb480ff64ffe

Penyaluran kredit BCA di 2025 mencapai Rp 993 triliun

AA1Ri55j

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 993 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 7,7 persen secara tahunan. Sepanjang 2025, pertumbuhan kredit rata-rata BCA mencapai 10,8 persen.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan penyaluran kredit tersebar ke berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan, restoran, perhotelan, hingga rumah tangga. Ia mengatakan kredit usaha menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 9,9 persen menjadi Rp 756,5 triliun per Desember 2025.

“Sepanjang tahun lalu, BCA juga menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA dan menjadi wujud komitmen untuk hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah” kata Hendra dalam konferensi pers secara daring, Selasa, 27 Januari 2026.

Di segmen konsumen, Hendra mengatakan outstanding kredit tercatat Rp 224,1 triliun. Penyaluran ini didukung oleh kredit pemilikan rumah sebesar Rp 142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor senilai Rp 56,6 triliun. Kredit lainnya didominasi kartu kredit yang tumbuh 9,8 persen menjadi Rp 25,2 triliun.

Selain itu, ia mengatakan BCA juga mulai menyalurkan kredit pemilikan rumah subsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan sejak Oktober 2025. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap program perumahan nasional.

Kualitas kredit tetap terjaga. Rasio loan at risk membaik menjadi 4,8 persen dari 5,3 persen pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan berada di level 1,7 persen dengan pencadangan yang dinilai memadai.

Pembiayaan berkelanjutan mencatat pertumbuhan signifikan. Kredit berkelanjutan naik 11,7 persen menjadi Rp255 triliun atau setara 25,8 persen dari total portofolio kredit. Pembiayaan energi baru terbarukan melonjak dua kali lipat menjadi Rp 6,2 triliun. Lalu kredit kendaraan listrik meningkat 53 persen menjadi Rp 3,6 triliun.

Dari sisi pendanaan, Hendra mengatakan dana pihak ketiga BCA tumbuh 10,2 persen menjadi Rp 1.249 triliun hingga Desember 2025. Aktivitas transaksi juga naik 17 persen menjadi 42 miliar transaksi. “Pada hari tertentu, BCA memproses hampir 300 juta transaksi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan transaksi melalui mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen. Adapun pendapatan bunga bersih naik 4,1 persen, dan pendapatan nonbunga melonjak 16 persen, dan total pendapatan operasional meningkat 5,4 persen.

Pilihan Editor: Tergerus Transaksi QRIS