
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral meneken kontrak dengan TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd. sebagai pengelola Wilayah Kerja (WK) Migas Perkasa di lepas pantai Jawa Timur. Kontrak blok migas tersebut ditandatangani setelah perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang lelang Penawaran Langsung WK Migas Tahap I 2025.
Ketua Satuan Tugas Lifting Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan langkah ini menandakan keseriusan pemerintah dalam membuka peluang eksplorasi. Mulai tahun 2025, Kementerian ESDM menargetkan menawarkan sedikitnya 20 blok migas per tahun.
“Tim terus mendukung kelancaran operasional di lapangan, termasuk penyelesaian perizinan, klaim kompensasi masyarakat, hingga tumpang tindih dan penyerobotan lahan,” kata Nanang dalam acara Grand Launching Oil and Gas Exploration di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan, Selasa, 25 November 2025,
Nanang mengatakan, saat ini terdapat 12 blok migas yang dilelang melalui dua putaran penawaran pertama dan kedua tahun ini. Satu blok berhasil dikontrakkan, sementara delapan blok lainnya akan menyusul pada putaran ketiga setelah mendapatkan persetujuan menteri.
Adapun WK Perkasa memiliki potensi cadangan mencapai 228 juta barel minyak (MMBO) atau sekitar 1,3 triliun kaki kubik gas (TCF). Dalam tiga tahun pertama, investor berkomitmen melakukan eksplorasi senilai US$ 2,25 juta dan membayar bonus tanda tangan US$ 300 ribu.
“Program eksplorasinya mencakup dua studi geologi-geofisika serta akuisisi dan pengolahan data seismik 3D seluas 200 kilometer persegi,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman dikutip dari keterangan tertulis, Ahad, 14 September 2025.
Selain WK Perkasa, pemerintah kembali membuka peluang investasi di WK Gagah di Sumatera Selatan. Blok seluas 1.595 kilometer persegi tersebut diperkirakan menyimpan cadangan 173 MMBO atau 1,1 TCF gas. Investor dapat mengajukan penawaran langsung selama 30 hari dengan masa pengusulan hingga enam bulan.
Pilihan Editor: Beda Purbaya dan Sri Mulyani dalam Mengelola Defisit APBN
