Gadai BPKB

842eb870e78646b2cac4f9db4f5faaa9

Bisnis Emas BSI Medan Hampir Rp 2 Triliun, Didominasi Cicil dan Gadai

AA1R6G8X

BISNIS pembiayaan emas Bank Syariah Indonesia (BSI) Region 2 Medan per Oktober 2025 tumbuh signifikan sebesar Rp 1,98 triliun atau 84,51 persen secara year over year (YoY). Pertumbuhan didominasi Cicil Emas yang mencapai Rp 1,18 triliun, tumbuh solid 114,60 persen. Gadai Emas mencapai Rp 795,56 miliar, tumbuh 52,51 persen, sedangkan tabungan emas seberat 118,4 kilogram dengan jumlah rekening sebanyak 33.782 NoA.

Region CEO BSI Region 2 Medan Taufan Anshari mengatakan, investasi emas diminati generasi milenial yang porsinya secara nasional mencapai 30-35 persen di segmen cicil emas. Layanan BSI E-mas dapat diakses melalui aplikasi Beyond by BSI yang memungkinkan nasabah membeli, jual, transfer, cetak, menabung dengan biaya terjangkau. Investasi emas bisa dilakukan mulai Rp 50 ribu atau setara 0,02 gram emas.

“Dulu kalau mau beli emas harus datang ke toko, beli paling tidak setengah gram. Sekarang pakai Beyond by BSI, mulai Rp 50 ribu, sudah bisa punya emas. Kumpulin sampai dua gram, nanti tinggal dicetak menjadi BSI Gold di kantor cabang BSI seluruh Indonesia. Semudah itu,” kata Taufan di Medan, Selasa, 25 November 2025.

BSI menggencarkan literasi emas sebagai bentuk komitmen perusahaan mengajak masyarakat memiliki kesiapan dana yang cukup di tengah kondisi ekonomi menantang. Alasannya, emas memiliki nilai unik intristik yang tahan inflasi, likuid, bisa diperjualbelikan kapanpun.

Layanan bullion BSI diresmikan pada 26 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Ada tiga kegiatan usaha bullion, yakni Simpanan Emas, Perdagangan Emas dan Penitipan Emas. Izin sebagai bank dengan jasa simpanan emas diperoleh pada 10 November 2025.

“BSI Region 2 Medan mengcover tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Riau. Layanan dibagi lima area, yakni Medankota, Medanraya, Pematangsiantar, Batam,

dan Pekanbaru dengan total kelolaan nasabah per Oktober 2025 sebanyak 1,96 juta, tumbuh 8,2 persen,” ujar Taufan.

Sejak diluncurkan sampai 31 Oktober 2025, layanan bullion menarik minat nasabah. Dapat dilihat dari jumlah total rekening emas sebanyak 279.685 nasabah, tumbuh 172,3 persen secara Year to Date (YtD). Penjualan emas melalui aplikasi BYOND by BSI mencapai 1,56 ton dan fee based income yang diperoleh sekitar Rp170 miliar.

”Pertumbuhan saldo emas naik 227 persen dengan total saldo kelolaan emas seberat 1,45 ton atau setara Rp 3,7 triliun,” ungkapnya.

Taufan menjelaskan, masyarakat punya dua opsi membeli emas, dengan cara menabung atau mencicil. Tersedia tiga layanan, yakni BSI E-mas, Cicil Emas BSI Gold dan BSI Gadai Emas. BSI E-mas adalah layanan untuk memfasilitasi masyarakat membeli emas yang dapat dilakukan melalui superapps BYOND by BSI dengan pembukaan rekening setara 0,02 gram emas, setara Rp 50 ribu.

Cicil Emas BSI Gold adalah layanan cicil emas seri “Emasku BSI”, memiliki sertifikasi SNI dengan karatase 99,99 persen dan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Harga BSI Gold kompetitif dan dapat dilakukan buyback di kantor cabang seluruh Indonesia. Terakhir, BSI Gadai Emas yakni layanan gadai emas yang dapat dilakukan di BSI. Inis solusi cepat mendapatkan dana tunai dengan jaminan emas, tanpa harus menjualnya.

“Saat harga emas naik, digadai dan hasilnya untuk konsumsi atau tambahan modal. Atau butuh dana cash cepat, tapi tidak mau menjual, nasabah dapat menggadainya,” ucapnya.

Lewat BYOND by BSI, nasabah mudah melihat pergerakan investasi, melakukan transaksi jual dan beli dengan harga yang kompetitif selama 24 jam. Jika ingin mencetak sesuai gramasi ukuran cetak, tinggal pilih menu cetak emas. Memiliki emas melalui aplikasi tak perlu kuatir keamanan fisik karena tersimpan aman di bank.

“Punya emas secara digital lebih efektif dan efisien, mudah disimpan dan ditransaksikan kapan saja. Kami terus sosialisasikan tabungan emas ini. Sayang rasanya, karena sekarang, untuk minum kopi saja sudah habis Rp 50 ribu. Anak muda sudah bisa mulai mikir berinvestasi karena emas anti inflasi, nilainya cenderung tidak pernah turun,” tuntas Taufan.

Pilihan Editor: Era Pembayaran Digital Berbasis Akal Imitasi