Gadai BPKB

6400cff7f3f64c1d0737c4cdc002ab66

Ketua PBNU Usul Galeri Investasi BEI Diperkenalkan ke Pesantren

AA1GKmce

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ulil Abshar Abdalla mengusulkan galeri investasi Bursa Efek Indonesia yang telah dikenalkan di perguruan tinggi bisa dibawa ke pondok pesantren. Menurut Ulil, langkah ini bisa mendorong pesantren mengenali wakaf saham.

Apalagi, kata Ulil, NU memiliki organisasi pemuda seperti Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pejar Putri NU. “PBNU membantu kampanye untuk mengenalkan wakaf saham kepada pelajar NU. Kami siap mengenalkan wakaf saham kepada anak kita di sekolah menengah,” kata Ulil di Main Hall BEI, Jakarta, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Menurut Ulil, di Indonesia ada sekitar 40 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, sebagian pesantren ada di pedesaan yang juga bagian dari NU. Karena itu, menurut Ulil, ada potensi ada potensi besar dari menggalang dana umat Islam melalui wakaf saham ini. “Ini mengandung potensi besar menggalang dana,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan pasar modal syariah telah menjadi arus utama perdagangan saham di dalam negeri. Kondisi itu terlihat dari jumlah 65 persen perusahaan tercatat di BEI telah masuk efek syariah. “Ini menunjukan pasar modal syariah menjadi arus utama, tidak sekadar alternatif dalam ekosistem pasar modal indonesia,” kata Iman.

Per Juli 2025, Iman mengatakan ada 955 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dari jumlah itu ada 619 perusahaan atau sekitar 65 persen masuk daftar efek syariah. Kapitalisasi pasar dari efek syariah mencapai Rp 9.000 triliun atau 63 persen dari total market cap.

Di samping itu, Iman mengatakan investor syariah telah mencapai 190 ribu. “Tumbuh besar 12 persen dibandingkan akhir tahun lalu,” kata dia.

Sementara itu, Iman mengatakan saat ini di BEI ada 650 saham syariah, termasuk yang berada di papan akselerasi. Selain itu, ada 254 reksadana syariah, dua indeks syariah, 332 suku, dan satu efek beragun aset syariah. “Catatan ini tidak hanya menunjukkan tumbuhan, tapi menunjukan minat investasi masyarakat terhadap produk syariah,” ujarnya.

Pada 17-18 Oktober, BEI menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025. Acara ini bekerja sama dengan Self-Regulatory Organization (SRO), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pilihan Editor: Alarm Bursa untuk Waskita