Gadai BPKB

24c7b2bd416411b37597e7278e839cca

Titiek Soeharto datangi penumpukan kapal di Muara Angke

KETUA Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Dua pejabat tersebut meninjau langsung keluhan nelayan akibat penumpukan ribuan unit kapal di dermaga. “Kami putuskan untuk segera ke sini, melihat kapal-kapal yang memang menumpuk enggak karuan,” katanya saat di Muara Angke, Selasa, 3 Februari 2026.

Titiek dan Trenggono menyempatkan berdialog dengan nahkoda dan pemilik kapal. Aktivitas mereka sedang menunggu bongkar muat hasil melaut.

Berdasarkan pantauan Tempo, kapal-kapal nelayan yang berada di area dermaga tidak hanya merapat ke pembatas, namun ada yang saling bersandar dengan kapal lainnya. Kapal-kapal yang berada di bagian tengah hingga ke bagian paling luar area sandar dermaga juga tampak kosong tanpa ada orang yang menunggu.

Titiek Soeharto dan Trenggono juga mendengar dari sejumlah nelayan bahwa terdapat kapal-kapal rusak yang turut terparkir. Namun banyaknya kapal bersandar saat ini diakibatkan oleh faktor cuaca. “Satu, tidak efisien ya untuk kapal-kapal ini untuk menurunkan barang-barangnya,” ucap Titiek.

Hal kedua yang Titiek soroti adalah potensi api cepat merambat apabila ada kapal yang terbakar. Jika satu terbakar, maka seluruh kapal berpotensi hangus dilalap api.

Selain itu, Titiek Soeharto meminta agar kapal cepat keluar dari dermaga dengan percepatan perizinan berlayar. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap harus menyelesaikan masalah ini. Perizinan harus segera diberikan agar kapal bisa segera keluar dan tidak menumpuk. “Memang kapasitasnya tidak memadai, tapi sisi lain sebetulnya adalah manajemen pengelolaannya di sini yang menurut saya harus digerakkan,” ucap Trenggono.

Sebelumnya, penumpukan kapal di Muara Angke viral di media sosial pada akhir Januari. Nelayan mengeluhkan antrean panjang dan ditambah faktor cuaca yang membuat mereka tidak dapat melaut. Jumlah kapal yang menumpuk tercatat paling banyak 2.564 unit, padahal kapasitas hanya 500 unit.

Pilihan Editor: Selamat Datang Perminas, BUMN Akuisitor Tambang Bermasalah