
ARUS mobilitas masyarakat pada penghujung 2025 mendorong lonjakan penumpang kereta api di Stasiun Solo Balapan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat, stasiun tersebut melayani 11.872 penumpang pada Rabu, 31 Desember 2025, atau meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Manager Humas KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengemukakan dari jumlah tersebut, sebanyak 6.009 penumpang tercatat berangkat dan 5.863 lainnya tiba di Solo Balapan. KAI menyebut angka tersebut masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket berlangsung hingga keberangkatan kereta terakhir menjelang tengah malam.
“Jika dibandingkan dengan hari normal yang rata-rata memberangkatkan sekitar 4.000 penumpang, hari ini terjadi peningkatan hingga 50 persen,” ujar Feni saat ditemui di Stasiun Solo Balapan, Rabu, 31 Desember 2025.
Peningkatan jumlah penumpang itu, lanjut Feni, lebih tinggi sekitar 5-8 persen jika dibandingkan dengan kenaikan jumlah penumpang saat Natal dan tahun baru periode yang sama tahun lalu.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, KAI Daerah Operasi 6 mengoperasikan 10 kereta api tambahan. Empat di antaranya berangkat dari Stasiun Solo Balapan, yakni dua KA Lodaya Tambahan, KA Batavia, serta KA tambahan relasi Solo Balapan–Pasar Senen.
“Secara kumulatif, selama periode angkutan Nataru yang berlangsung sejak pertengahan Desember, Stasiun Solo Balapan telah melayani 182.034 penumpang,” tutur Feni.
Jumlah tersebut, lanjut dia, terdiri atas 89.137 penumpang berangkat dan 92.897 penumpang datang. KAI juga mencatat masih tersedia 29.876 tiket keberangkatan dari Solo Balapan hingga 4 Januari 2026. Tujuan favorit penumpang antara lain Jakarta (Pasar Senen dan Gambir), Surabaya Gubeng, Bandung, Malang, dan Semarang.
“Sejumlah kereta yang masih memiliki ketersediaan tempat duduk di antaranya KA Manahan, Argo Dwipangga, Argo Lawu, serta KA Lodaya reguler dan tambahan,” katanya.
Menurutnya, lonjakan penumpang pada akhir tahun ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus permintaan terhadap transportasi massal yang efisien dan terjangkau. KAI mengimbau calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta memperhitungkan potensi kepadatan lalu lintas menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta.
Feni memastikan ketersediaan tiket kereta api pada masa angkutan Natal dan tahun baru ini hingga 4 Januari 2026 masih cukup banyak. Tercatat, masih tersedia sekitar 29 ribu tiket, termasuk keberangkatan dari Stasiun Solo Balapan menuju sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Malang.
Manajemen KAI mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI guna memastikan kenyamanan perjalanan serta menghindari kehabisan tiket pada waktu favorit. Penumpang juga diminta rutin memantau informasi perjalanan dan jadwal keberangkatan.
Sementara itu, puncak arus balik Natal dan tahun baru diprediksi terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026. Selain menjadi hari terakhir masa libur, tanggal tersebut bertepatan dengan akhir pekan sehingga berpotensi meningkatkan volume penumpang.
Di sisi lain, KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta masih memberlakukan promo diskon tiket hingga 30 persen untuk keberangkatan hingga 10 Januari 2026. Promo tersebut dapat dibeli mulai sekarang dan berlaku untuk 33 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta.
“KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan ketersediaan tiket dan program promo tersebut untuk merencanakan perjalanan secara lebih nyaman dan efisien selama periode libur akhir tahun,” kata Feni.
Pilihan Editor: Misteri Pengusul Kota Solo Jadi Daerah Istimewa
