
BURSA Efek Indonesia atau BEI menerbitkan pengumuman bernomor No. Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 yang berisi daftar 70 perusahaan yang terancam delisting atau pembatalan pencatatan. Dalam surat tersebut diingatkan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perseroan dapat menghubungi sekretaris perusahaan masing-masing.
“Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh perseroan,” tulis BEI dalam surat tersebut pada Selasa, 30 Desember 2025.
Berikut daftar perusahaan yang terancam delisting:
1. ALMI – PT Alumindo Light Metal Industry Tbk
2. ARMY – PT Armidian Karyatama Tbk
3. ARTI – PT Ratu Prabu Energi Tbk
4. BEBS – PT Berkah Beton Sadaya Tbk
5. BIKA – PT Binakarya Jaya Abadi Tbk
6. BOSS – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk
7. BTEL – PT Bakrie Telecom Tbk
8. CBMF – PT Cahaya Bintang Medan Tbk
9. COWL – PT Cowell Development Tbk
10. CPRI – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk
11. DEAL – PT Dewata Freightinternational Tbk
12. DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk
13. ENVY – PT Envy Technologies Indonesia Tbk
14. ETWA – PT Eterindo Wahanatama Tbk
15. FASW – PT Fajar Surya Wisesa Tbk
16. GAMA – PT Aksara Global Development Tbk
17. GOLL – PT Golden Plantation Tbk
18. HKMU – PT HK Metals Utama Tbk
19. HOME – PT Hotel Mandarine Regency Tbk
20. HOTL – PT Saraswati Griya Lestari Tbk
21. IIKP – PT Inti Agri Resources Tbk
22. INAF – PT Indofarma Tbk
23. IPPE – PT Indo Pureco Pratama Tbk
24. JSKY – PT Sky Energy Indonesia Tbk
25. KAYU – PT Darmi Bersaudara Tbk
26. KBRI – PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
27. LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk
28. LMAS – PT Limas Indonesia Makmur Tbk
29. LMSH – PT Lionmesh Prima Tbk
30. MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk
31. MAGP – PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk
32. MFMI – PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk
33. MKNT – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
34. MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk
35. MTSM – PT Metro Realty Tbk
36. MYTX – PT Asia Pacific Investama Tbk
37. NUSA – PT Sinergi Megah Internusa Tbk
38. PLAS – PT Polaris Investama Tbk
39. PLIN – PT Plaza Indonesia Realty Tbk
40. POLL – PT Pollux Properties Indonesia Tbk
41. POOL – PT Pool Advista Indonesia Tbk
42. POSA – PT Bliss Properti Indonesia Tbk
43. PPRO – PT PP Properti Tbk
44. PTMR – PT Master Print Tbk
45. PURE – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk
46. RIMO – PT Rimo International Lestari Tbk
47. RSGK – PT Kedoya Adyaraya Tbk
48. SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk
49. SIMA – PT Siwani Makmur Tbk
50. SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk
51. SMCB – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
52. SMRU – PT SMR Utama Tbk
53. SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk
54. SUGI – PT Sugih Energy Tbk
55. SUPR – PT Solusi Tunas Pratama Tbk
56. TDPM – PT Tianrong Chemicals Industry Tbk
57. TECH – PT Indosterling Technomedia Tbk
58. TELE – PT Omni Inovasi Indonesia Tbk
59. TGRA – PT Terregra Asia Energy Tbk
60. TGUK – PT Platinum Wahab Nusantara Tbk
61. TOPS – PT Totalindo Eka Persada Tbk
62. TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk
63. TRAM – PT Trada Alam Minera Tbk
64. TRIL – PT Triwira Insanlestari Tbk
65. TRIO – PT Trikomsel Oke Tbk
66. UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk
67. WICO – PT Wicaksana Overseas International Tbk
68. WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
69. WMPP – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk
70. WSKT – PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Dari daftar itu, yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah:
1. INAF – PT Indofarma Tbk (anak usaha Bio Farma)
2. WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
3. WSKT – PT Waskita Karya (Persero) Tbk
4. PPRO – PT PP Properti Tbk (anak usaha PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero))
Delisting atas suatu saham perusahaan dapat terjadi karena sejumlah keadaan menurut Peraturan Bursa Nomor I-N. Kondisi yang dimaksud adalah perusahaan mengalami suatu kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.
Selain itu perusahaan tercatat tidak memenuhi persyaratan pencatatan di bursa, dan/atau saham perusahaan tercatat telah mengalami suspensi efek, baik di pasar reguler dan pasar tunai, dan/atau di seluruh pasar, paling kurang selama 24 bulan terakhir.
Jika perusahaan tercatat mengalami suspensi efek selama 6 bulan berturut-turut, maka bursa memberitahukan kepada publik bahwa saham perusahaan tercatat berpotensi untuk dilakukan delisting melalui pengumuman bursa.
Pengumuman bursa disampaikan kembali oleh bursa secara berkala setiap bulan Juni dan bulan Desember sampai dicabutnya suspensi efek tersebut atau sampai dilakukannya delisting.
Pilihan Editor: Mengapa Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Perlu Dilakukan
