Gadai BPKB

f3bc7cb89bcc1bf454c663c971d90e72

Sebanyak 70 perusahaan berpotensi delisting dari bursa

AA1S8Jal

BURSA Efek Indonesia atau BEI menerbitkan pengumuman bernomor No. Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 yang berisi daftar 70 perusahaan yang terancam delisting atau pembatalan pencatatan. Dalam surat tersebut diingatkan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perseroan dapat menghubungi sekretaris perusahaan masing-masing.

“Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh perseroan,” tulis BEI dalam surat tersebut pada Selasa, 30 Desember 2025.

Berikut daftar perusahaan yang terancam delisting:

1. ALMI – PT Alumindo Light Metal Industry Tbk

2. ARMY – PT Armidian Karyatama Tbk

3. ARTI – PT Ratu Prabu Energi Tbk

4. BEBS – PT Berkah Beton Sadaya Tbk

5. BIKA – PT Binakarya Jaya Abadi Tbk

6. BOSS – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk

7. BTEL – PT Bakrie Telecom Tbk

8. CBMF – PT Cahaya Bintang Medan Tbk

9. COWL – PT Cowell Development Tbk

10. CPRI – PT Capri Nusa Satu Properti Tbk

11. DEAL – PT Dewata Freightinternational Tbk

12. DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk

13. ENVY – PT Envy Technologies Indonesia Tbk

14. ETWA – PT Eterindo Wahanatama Tbk

15. FASW – PT Fajar Surya Wisesa Tbk

16. GAMA – PT Aksara Global Development Tbk

17. GOLL – PT Golden Plantation Tbk

18. HKMU – PT HK Metals Utama Tbk

19. HOME – PT Hotel Mandarine Regency Tbk

20. HOTL – PT Saraswati Griya Lestari Tbk

21. IIKP – PT Inti Agri Resources Tbk

22. INAF – PT Indofarma Tbk

23. IPPE – PT Indo Pureco Pratama Tbk

24. JSKY – PT Sky Energy Indonesia Tbk

25. KAYU – PT Darmi Bersaudara Tbk

26. KBRI – PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

27. LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk

28. LMAS – PT Limas Indonesia Makmur Tbk

29. LMSH – PT Lionmesh Prima Tbk

30. MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk

31. MAGP – PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk

32. MFMI – PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk

33. MKNT – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk

34. MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk

35. MTSM – PT Metro Realty Tbk

36. MYTX – PT Asia Pacific Investama Tbk

37. NUSA – PT Sinergi Megah Internusa Tbk

38. PLAS – PT Polaris Investama Tbk

39. PLIN – PT Plaza Indonesia Realty Tbk

40. POLL – PT Pollux Properties Indonesia Tbk

41. POOL – PT Pool Advista Indonesia Tbk

42. POSA – PT Bliss Properti Indonesia Tbk

43. PPRO – PT PP Properti Tbk

44. PTMR – PT Master Print Tbk

45. PURE – PT Trinitan Metals and Minerals Tbk

46. RIMO – PT Rimo International Lestari Tbk

47. RSGK – PT Kedoya Adyaraya Tbk

48. SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk

49. SIMA – PT Siwani Makmur Tbk

50. SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk

51. SMCB – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

52. SMRU – PT SMR Utama Tbk

53. SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk

54. SUGI – PT Sugih Energy Tbk

55. SUPR – PT Solusi Tunas Pratama Tbk

56. TDPM – PT Tianrong Chemicals Industry Tbk

57. TECH – PT Indosterling Technomedia Tbk

58. TELE – PT Omni Inovasi Indonesia Tbk

59. TGRA – PT Terregra Asia Energy Tbk

60. TGUK – PT Platinum Wahab Nusantara Tbk

61. TOPS – PT Totalindo Eka Persada Tbk

62. TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk

63. TRAM – PT Trada Alam Minera Tbk

64. TRIL – PT Triwira Insanlestari Tbk

65. TRIO – PT Trikomsel Oke Tbk

66. UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk

67. WICO – PT Wicaksana Overseas International Tbk

68. WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

69. WMPP – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk

70. WSKT – PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Dari daftar itu, yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah:

1. INAF – PT Indofarma Tbk (anak usaha Bio Farma)

2. WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

3. WSKT – PT Waskita Karya (Persero) Tbk

4. PPRO – PT PP Properti Tbk (anak usaha PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero))

Delisting atas suatu saham perusahaan dapat terjadi karena sejumlah keadaan menurut Peraturan Bursa Nomor I-N. Kondisi yang dimaksud adalah perusahaan mengalami suatu kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Selain itu perusahaan tercatat tidak memenuhi persyaratan pencatatan di bursa, dan/atau saham perusahaan tercatat telah mengalami suspensi efek, baik di pasar reguler dan pasar tunai, dan/atau di seluruh pasar, paling kurang selama 24 bulan terakhir.

Jika perusahaan tercatat mengalami suspensi efek selama 6 bulan berturut-turut, maka bursa memberitahukan kepada publik bahwa saham perusahaan tercatat berpotensi untuk dilakukan delisting melalui pengumuman bursa.

Pengumuman bursa disampaikan kembali oleh bursa secara berkala setiap bulan Juni dan bulan Desember sampai dicabutnya suspensi efek tersebut atau sampai dilakukannya delisting.

Pilihan Editor: Mengapa Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Perlu Dilakukan