
BANJIR pada pagi hari tadi merendam jalur kereta api antara Stasiun Karangjati hingga Stasiun Gubug di Jawa Tengah. Air merendam di kilometer 32+5/7 sejak pukul 09.59 dan sejak pukul 11.43 telah ditutup sementara.
“Jalur hulu dan hilir ditutup sementara, karena genangan air telah menutupi rel,” dikutip dari unggahan resmi X PT Kereta Api Indonesia (Persero) @KAI121 pada Senin, 16 Februari 2026.
Akibat banjir, KAI Daerah Operasi 4 Semarang menerapkan pola operasi memutar melewati Brumbung-Gundih-Gambringan atau sebaliknya, untuk kereta api yang akan melewati petak jalan tersebut. Kereta api yang harus memutar via Gambringan-Gundih Brumbung adalah Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir pada pukul 12.15 tadi.
KAI memberikan service recovery bagi penumpang yang terdampak. Manajemen PT KAI juga masih menantau kondisi banjir dan akan menginformasikan perkembangan penanganan banjir.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kereta api, atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perjalanan ini,” tulis PT KAI.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, terdapat dua jembatan yang terendam banjir di antara Stasiun Gubug-Tegowanu-Brumbung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Masing-masing titik tersebut adalah Jembatan 46 di petak jalan antara Stasiun Tegowanu-Brumbung dan Jembatan 59 di petak antara Stasiun Gubug-Tegowanu.
“Untuk memastikan keselamatan perjalanan, jalur tersebut ditutup sementara,” ujarnya pada Senin, 16 Februari 2026, dikutip dari Antara.
Selain Argo Bromo Anggrek, kereta api yang perjalanannya diputar antara lain KA Gumarang relasi Jakarta-Surabaya, KA Jayabaya relasi Jakarta-Malang, dan KA Harina relasi Bandung-Surabaya.
Banjir diketahui akibat hujan deras yang mengguyur Grobogan sejak Ahad malam hingga Senin dini hari. Penutupan jalur sementara juga diterapkan sejak pukul 04.35.
Pilihan Editor: Utang Terus Subsidi Harus untuk PLN dan Pertamina
