
PEMERINTAH Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang resiprokal dengan Pemerintah Amerika Serikat hari ini, Jumat, 20 Februari 2026, waktu Indonesia. Penandatanganan perjanjian berlangsung di Washington D.C., AS.
Disiarkan langsung lewat YouTube resmi Kementerian Koordinator Perekonomian, tampak dokumen ditandatangani oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR), Ambassador Jamieson Greer. Yang diteken keduanya merupakan dokumen Agreement on Reciprocal Trade alias kontrak perdagangan timbal balik.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump juga tak tampak dalam siaran langsung penandatanganan. Namun dalam konferensi pers seusai penandatanganan, Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa Prabowo dan Trump sudah menandatangani dokumen ART bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.
Prabowo bertolak ke AS sejak 16 Februari 2026. Ia dijadwalkan mengikuti KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian pada 19 Februari. “Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto lewat keterangan resmi beberapa waktu lalu.
Kepala Negara juga menghadiri forum bisnis Indonesia-AS di Washington D.C., pada Rabu, 18 Februari 2026 waktu Amerika. Ia sempat memberikan sambutan pada acara roundtable, menyampaikan keynote pada acara Gala Iftar Dinner sekaligus menyaksikan penandatanganan 11 kesepakatan kerjasama antara perusahaan-perusahaan AS dengan Indonesia.
Sebelumnya, sejumlah poin substansi dari dokumen negosiasi tersebut telah disepakati dan dibahas dalam proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting). Di dalam kerangka kesepakatan itu, Indonesia telah berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat.
Sedangkan AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Amerika juga berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao. Pengecualian tarif diberlakukan bagi produk-produk ekspor asal Indonesia yang tidak bisa diproduksi oleh AS.
Kesepakatan soal substansi ATR didapat setelah pertemuan resmi antara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer pada Senin 22 Desember 2025 lalu. Persamuhan itu berlangsung di Washington D.C, Amerika Serikat.
Pilihan Editor: Lika-liku Negosiasi Tarif Trump
