
PT PERTAMINA Geothermal Energy Tbk (PGE) diumumkan menjadi kandidat terkuat pelaksana Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Anak usaha PT Pertamina tersebut menempati peringkat pertama dalam seleksi kompetitif yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menyatakan hasil ini membuka peluang penambahan cadangan panas bumi nasional. Menurut dia, PGE berkomitmen mengembangkan energi panas bumi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Penugasan ini memberi ruang bagi PGE untuk menambah cadangan panas bumi di luar potensi wilayah kerja eksisting sebesar 3 gigawatt yang saat ini dikelola. Ini juga bentuk dukungan terhadap percepatan transisi energi dan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional,” kata Edwil melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Dalam proses seleksi tersebut, Pertamina Geothermal Energy memperoleh nilai 87,01. Setelah penetapan ini, perusahaan akan melanjutkan tahapan administratif sesuai ketentuan pemerintah.
Wilayah PSPE Cubadak Panti berada di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat dengan luas sekitar 29.897 hektare. Berdasarkan data awal, kawasan ini memiliki potensi cadangan panas bumi sekitar 77 megawatt listrik (MWe).
Adapun penetapan pelaksana PSPE mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017 tentang tata cara penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi.
Sebagai pengembang panas bumi berpengalaman lebih dari 40 tahun, Edwin mengatakan PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 727 megawatt dari enam wilayah operasi yang dikelola mandiri. Perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis.
Proyek tersebut meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW serta proyek co-generation dengan total kapasitas hingga 230 MW. Selain itu, PGE mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2030. “Seluruh pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PGE mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060,” kata Edwil.
Pilihan Editor: Harga Emas Naik, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi?
