
SEBANYAK 84 keluarga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai menempati hunian sementara yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan hunian dibangun dengan sistem modular agar dapat segera ditempati.
“Konsep ini tetap memperhatikan aspek kenyamanan, sanitasi, dan ketersediaan fasilitas dasar,” kata Dody saat peresmian hunian sementara korban banjir di Aceh Tamiang, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Dody mengatakan hunian sementara ini disiapkan untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan hunian merupakan tahap awal pemulihan yang dilakukan secara terencana.
“Kami memastikan hunian ini bisa segera dihuni. Pekerjaan dimulai dari penyiapan lahan, pembangunan unit, hingga penyediaan sanitasi dan air bersih,” ujar Dody.
Hunian sementara tersebut berada di Gampong Bundar, Kecamatan Karang Baru, di belakang kantor Bupati Aceh Tamiang. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 5.427 meter persegi dengan luas bangunan 2.052 meter persegi.
Area ini terdiri dari tujuh blok hunian dan satu musala. Proyek berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU dengan pelaksana PT Wijaya Karya.
Sebanyak 114 modul disusun menjadi 84 unit hunian yang dapat menampung sekitar 336 jiwa. Fasilitas pendukung meliputi 42 unit MCK, area komunal, area jemur, mushola, genset, dan toren air. Pasokan air bersih berasal dari sumur bor dan tandon. Pengolahan limbah menggunakan sistem biotek, sedangkan listrik disuplai oleh PLN.
Dody menambahkan Kementerian PU akan membangun total 1.200 unit hunian sementara untuk penanganan bencana di Sumatera. Di Aceh Tamiang, 84 unit telah selesai dan mulai ditempati. Pembangunan hunian tahap kedua dengan kapasitas 156 unit kini sedang berjalan.
Hunian tahap kedua dibangun tidak jauh dari lokasi pertama. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 13.248 meter persegi dengan luas bangunan 3.780 meter persegi. Proyek ini menggunakan 210 modul untuk tiga blok hunian dan satu mushola. Hunian tersebut disiapkan untuk 156 kepala keluarga atau sekitar 624 jiwa, dilengkapi 78 unit toilet dan 78 kamar mandi.
Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten paling terdampak banjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025. Berdasarkan data per 19 Januari 2026, di Aceh Tamiang tercatat 6.052 jiwa (707 KK) masih mengungsi, tersebar di 513 titik.
Secara keseluruhan, banjir dan longsor yang melanda Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK. Dalam peristiwa tersebut, tercatat 561 orang meninggal dunia dan 30 orang masih dilaporkan hilang.
Adi Warsidi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Sampai Kapan Pemulihan Rel Kereta yang Kebanjiran
