
HARGA emas batangan keluaran PT Aneka Tambang (Antam) naik ke level Rp 2.652.000 per gram pada hari ini, Selasa, 13 Januari 2026. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan harga emas atau logam mulia dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah.
“(Nilai tukar rupiah) di akhir pekan kemungkinan akan mendekati sekitar Rp 16.900. Ini yang akan membuat harga logam mulia mengalami kenaikan,” ucap Ibrahim dalam keterangannya pada Selasa, 13 Januari 2026. Selain itu, Ibrahim mengatakan faktor lainnya adalah tingginya permintaan terhadap logam mulia melebihi jumlah pasokan yang tersedia.
Sementara itu, harga emas dunia telah mencapai harga US$ 4.591 per troy ounce. Menurut Ibrahim, harga emas dunia berpotensi naik hingga mencapai US$ 4.700 per troy ounce pada pekan ini. Bila itu terjadi, kata dia, harga logam mulia bisa naik menjadi Rp 3.100.000 per gram.
Ibrahim menjelaskan, dari sisi eksternal, faktor yang memengaruhi harga emas dunia adalah memanasnya perpolitikan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Kejaksaan Agung AS membuka kemungkinan penyelidikan terhadap The Federal Reserve. Selain itu, pasar juga sedang menunggu keputusan Mahkamah Agung AS terkait dengan legalitas tarif resiprokal Presiden Donald Trump.
Faktor lainnya adalah tensi geopolitik yang juga memanas. Salah satunya adalah Presiden Trump yang menyuarakan ambisi untuk menguasai Greenland. “Ini yang sebenarnya cukup menarik sehingga membuat harga emas dunia masih akan menguat,” ujar Ibrahim.
Pilihan Editor: Kredit Macet Pinjaman Online Melonjak
