Gadai BPKB

dfb653bf386453f9cb639db4c7a7aa41

Kurangnya lapangan kerja formal ancam daya beli di 2026

AA1Ml5aJ

DIREKTUR Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebutkan faktor yang akan menambah tekanan terhadap daya beli konsumen pada tahun ini. Ia menilai kurangnya lapangan kerja formal menjadi salah satu faktor yang memberi tekanan ke daya beli masyarakat.

“Jadi, tekanan terhadap daya beli konsumen ini diperkirakan sepanjang 2026 akan meningkat. Salah satunya dipicu oleh adanya kesulitan untuk mencari pekerjaan di sektor formal,” kata Bhima Yudhistira mengutip Antara, Kamis, 15 Januari 2026.

Selain itu, ia mengatakan harga komoditas yang cenderung naik menjelang Ramadan juga dapat menjadi faktor penekan daya beli. Ia menjelaskan kendati produksi sejumlah bahan pokok tercatat surplus, salah satunya beras, tapi suplai komoditas tersebut juga dibutuhkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Apalagi MGB bakal semakin masif diimplementasikan dengan anggaran yang bertambah besar dibandingkan 2025. “Itu akan menciptakan atau akan men-trigger (memicu) kenaikan inflasi pangan yang sebenarnya sudah mulai terasa,” tutur Bhima.

Untuk mengatasi tekanan terhadap daya beli dan konsumsi masyarakat, ia menyatakan pemerintah perlu merevisi kebijakan perpajakan. Hal itu akan berpengaruh terhadap masyarakat kelas menengah agar dapat mendorong konsumsi domestik tetap menjadi motor pertumbuhan yang efektif. Hal yang bisa dilakukan ialah memangkas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 8-9 persen untuk meningkatkan keinginan konsumsi masyarakat.

Transmisi penurunan suku bunga juga perlu dipercepat, sehingga nasabah yang tengah mencicil pembayaran, misalnya melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun kredit kendaraan bermotor, bisa mendapatkan nominal cicilan yang lebih rendah.

“Selain itu juga yang perlu dilakukan adalah menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Jadi fiskal yang lebih agresif dengan defisit yang lebar itu sebenarnya harus dicek apakah kualitas belanjanya bisa mendorong penciptaan lapangan kerja,” ucap Bhima.

Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Desember 2025. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis atau lebih dari 100, yakni sebesar 123,5. Meskipun demikian, angka tersebut turun 0,5 poin dibandingkan IKK November 2025 yang tercatat sebesar 124.

Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga tercatat turun tipis masing-masing dari 111,5 dan 136,6 pada November 2025 menjadi 111,4 dan 135,6 pada Desember 2025. Sementara Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dilaporkan meningkat menjadi 106,5 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 103,7.

Pilihan Editor: Mengapa Jumlah Pekerjaan Bergaji Rendah Meningkat