
KEMENTERIAN Perhubungan atau Kemenhub mengambil alih Hak Pengelolaan Lahan (HPL) area rencana proyek Pelabuhan Palembang Baru, Tanjung Carat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kemenhub menyebut pengambilalihan itu untuk memperkuat konektivitas maritim dan distribusi logistik di daerah tersebut.
“Pemerintah hadir untuk memperkuat konektivitas maritim dan memastikan kelancaran arus logistik, yang pada akhirnya akan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di kawasan Sumatera Selatan secara keseluruhan,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 2 November 2025, seperti dikutip dari Antara.
Menhub mengatakan sebelumnya Kemenhub bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru telah menandatangani kesepakatan Penyerahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) area rencana Pelabuhan Palembang Baru, Tanjung Carat, dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kepada Kementerian Perhubungan pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Dudy Purwagandhi juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Pengumpan Regional di Provinsi Sumatera Selatan.
“Penandatanganan ini berkaitan dengan rencana pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di kawasan Tanjung Carat, Sumatera Selatan,” ujar Dudy Purwagandhi.
Rencananya, pembangunan pelabuhan itu dimulai pada awal tahun 2026 dan diharapkan rampung dalam tempo tiga hingga empat tahun.
Pelabuhan New Palembang di Tanjung Carat rencananya dibangun di atas Lahan Pelabuhan seluas 59,5 hektare.
Proyek itu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang diharapkan ke depannya menjadi pelabuhan utama penunjang perekonomian Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Selatan.
Hal itu telah ditetapkan pula dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Dudy Purwagandhi mendorong semua pihak terkait dapat menindaklanjuti Nota Kesepahaman ini dengan baik sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN/BUMD, swasta, dan berbagai pihak lainnya.
“Harapan kita bersama, agar sinergi dan kolaborasi ini, khususnya dalam Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat dapat berjalan lancar, efektif dan penuh integritas,” kata Menhub.
Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Daru menyampaikan pentingnya pembangunan Pelabuhan New Palembang di Tanjung Carat ini.
Pasalnya, Pelabuhan Boom Baru yang menjadi pelabuhan tumpuan Provinsi Sumatera Selatan saat ini kondisinya sudah tidak memadai.
Lokasi Pelabuhan Boom Baru berada di tengah kota. Arus lalu lintas mobil bertonase besar dari dan menuju pelabuhan menyebabkan kemacetan dan potensi kecelakaan lalu lintas.
Herman mengatakan pelabuhan yang ada saat ini mengalami pendangkalan sungai yang cukup parah, menyebabkan kapal berukuran besar tidak dapat bersandar secara optimal sehingga aktivitas bongkar muat menjadi tidak maksimal.
Kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat Sumatera Selatan memiliki potensi ekonomi besar, termasuk lahan sawit seluas 1,4 juta hektare, kontribusi 30 persen terhadap produksi karet nasional, serta sumber daya batu bara yang melimpah.
“Dengan adanya pelabuhan baru, diharapkan beban logistik dapat terbagi, dengan begitu biaya logistik pun dapat lebih ringan. Alur pengiriman logistik pun dapat berjalan lebih efisien dan lancar,” kata Herman.
Pilihan Editor: Beban Baru Pemerintah Daerah Setelah TKD Dipangkas: Utang APBN
