
JUMLAH investor pasar modal Indonesia mencapai 21.037.426 single investor identification (SID) per akhir Januari 2026. Angka ini bertambah 673.218 SID dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat 20.364.208 SID.
“Sepanjang 2025, jumlah investor pasar modal bertambah 5.492.569 SID,” Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.
Sementara itu, jumlah investor saham tercatat 8.980.318 SID, mendekati angka 9 juta. Jumlah tersebut meningkat 367.958 SID dibandingkan akhir 2025 yang berada di level 8.612.360 SID. Sepanjang 2025, investor saham bertambah 2.230.916 SID.
Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 23–30 Januari 2026 menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Rata-rata nilai transaksi harian mencatatkan kenaikan tertinggi, naik 29,28 persen menjadi Rp 43,76 triliun dari Rp 33,85 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi, dibandingkan 3,76 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham dari 65,73 miliar lembar saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode tersebut melemah 6,94 persen dan ditutup di level 8.329,606, turun dari posisi 8.951,010 pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar BEI turun 7,37 persen menjadi Rp 15.046 triliun dari Rp 16.244 triliun.
Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 1,53 triliun pada perdagangan hari ini. Sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp 9,88 triliun.
Pilihan Editor: Sampai Asing Membongkar Borok Bursa Indonesia
