Gadai BPKB

6653d6ae494e4baec493c5233d0f9bbd

Irit Banget! SUV Kembaran X-Trail Ini Tembus 1200 Km Sekali Isi

Di tengah tantangan yang masih dihadapi, Nissan kembali mencuri perhatian dengan memperkenalkan model terbaru dari Nissan Qashqai. Secara visual, SUV inovatif ini mempertahankan tampilan yang sangat identik dengan versi facelift yang dirilis tahun lalu, menunjukkan konsistensi dalam desain eksteriornya.

Namun, terobosan sebenarnya bersembunyi di balik kap mesinnya. Di sanalah tertanam sistem e-Power generasi ketiga yang canggih. Sistem e-Power sendiri merupakan teknologi penggerak kendaraan revolusioner yang sepenuhnya mengandalkan motor listrik (electric driven) untuk menggerakkan roda. Uniknya, mesin pembakaran internal hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai EV, bukan untuk menggerakkan langsung roda.AA1I0dfc

Inovasi e-Power ini menjanjikan performa yang lebih halus dan bertenaga, dengan tingkat kebisingan mesin yang minim. Yang paling impresif, Nissan Qashqai e-Power diklaim mampu menempuh jarak jelajah hingga 1.200 km dalam sekali pengisian penuh bahan bakar, berdasarkan perhitungan WLTP (World Harmonized Light Vehicle Test Procedure). Angka ini menempatkannya sejajar dengan pencapaian yang biasanya menjadi dominasi kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Perlu diketahui, standar penghitungan WLTP saat ini diakui sebagai skema pengetesan paling akurat dan mendekati kondisi berkendara realistis, memberikan gambaran konsumsi bahan bakar dan emisi yang lebih transparan bagi konsumen.

Untuk Qashqai terbaru ini, Nissan mengimplementasikan mesin 3 silinder turbo berkapasitas 1.500 cc. Mesin baru ini dirancang secara khusus untuk sistem e-Power, menjadikannya generator yang optimal dalam menyuplai listrik ke baterai mobil, bukan sebagai penggerak utama.

Inovasi krusial pada mesin ini adalah adopsi konsep pembakaran Starc milik Nissan. Konsep ini mengoptimalkan manifold intake, ruang pembakaran, dan bentuk piston untuk mempertahankan aliran jatuh (strong tumble flow) yang kuat. Hal ini esensial dalam menstabilkan proses pembakaran saat mesin beroperasi dalam putaran rendah, khususnya ketika berfungsi sebagai pembangkit daya listrik.

Mengutip dari Globalnissannews.com, pabrikan Jepang tersebut mengklaim bahwa perubahan desain pada mesin ini berhasil meningkatkan efisiensi termal hingga 42%. Tak hanya itu, penggunaan turbo baru yang berukuran lebih besar turut berkontribusi pada penurunan putaran mesin hingga 200 rpm dan secara signifikan mengurangi tingkat kebisingan di dalam kabin sebesar 5,6 dB.

Meskipun kapasitas baterai tetap 2,1 kWh, peningkatan signifikan pada efisiensi mesin menghasilkan pengurangan konsumsi bahan bakar hingga 16%.

Dalam pengujian independen, Nissan Qashqai e-Power mencatat angka konsumsi bahan bakar yang mengagumkan, yaitu 4,5 liter/100 km. Angka ini secara langsung mendukung klaim jarak tempuh 1.200 km untuk sekali pengisian bahan bakar. Selain itu, emisi karbon dioksida berhasil ditekan hingga 12%, mencapai angka 102 gram per kilometer.

Dengan hasil yang sangat kompetitif ini, Qashqai dengan sistem e-Power mampu menawarkan jarak jelajah yang setara dengan mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), meskipun PHEV umumnya dibekali dengan baterai berkapasitas lebih besar.

Seperti yang kita ketahui, kendaraan PHEV seringkali memiliki baterai yang lebih besar, yang berdampak pada harga jual yang lebih tinggi dan sistem yang lebih rumit. Dengan demikian, sistem e-Power generasi baru ini mampu menyuguhkan mobil dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menawarkan kepraktisan karena tidak memerlukan pengecasan baterai secara eksternal seperti pada mobil PHEV.

Sebagai informasi tambahan, Nissan Qashqai dikenal dengan nama Nissan Rogue di pasar Amerika Serikat. Model ini juga berbagi platform dengan Nissan X-Trail yang saat ini tengah digadang-gadang akan segera meramaikan pasar otomotif Indonesia.