
VOLUME penumpang kereta api di wilayah Sumatera Utara melonjak di hari terakhir libur Isra Miraj. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Divisi Regional 1 Sumut mencatat 7.296 penumpang telah diberangkatkan ke berbagai destinasi sampai Minggu siang. Angka tersebut diprediksi terus bertambah karena masih tersedia tiket untuk sejumlah perjalanan malam hari.
“Kami prediksi jumlah penumpang akan terus bergerak naik karena penjualan tiket terus berlangsung sampai menjelang keberangkatan kereta terakhir pada tengah malam nanti,” kata Pelaksana tugas Manager Humas Divre 1 Sumut Anwar Yuli Prastyo dalam keterangan tertulis, Ahad, 18 Januari 2026.
Anwar mengatakan, selama periode 15-18 Januari 2026, sebanyak 30.970 penumpang diangkut dari 34.288 kursi yang disediakan. Jumlah ini meningkat 7 persen dibanding pekan sebelumnya di periode sama dengan 29.017 penumpang.
Ada 12.720 kursi untuk KA Putri Deli rute Medan-Tanjungbalai PP serta 6.448 kursi pada KA Siantar Ekspres relasi Medan-Siantar PP. Sementara itu, untuk rute Medan-Rantauprapat PP tersedia 9.744 kursi melalui KA Sribilah Utama dan 5.376 kursi pada KA Datuk Belambangan relasi Tebingtinggi-Lalang PP.
“Tiga hari sebelum libur panjang, tiket yang terjual 16.160 tempat duduk. KA Putri Deli masih menjadi favorit, beberapa jadwal keberangkatan tiketnya terjual 100 persen,” ucapnya.
Kehadiran layanan kereta api memudahkan masyarakat yang berwisata menjangkau destinasi populer seperti Istana Maimun yang dekat dengan Stasiun Medan atau Siantar Zoo yang tidak jauh dari Stasiun Siantar. Pelancong yang ingin ke Danau Toba, Stasiun Siantar tetap menjadi pintu gerbang favorit untuk melanjutkan perjalanan darat ke Parapat.
Para pencinta kuliner dapat menuju Stasiun Tebingtinggi untuk menikmati Lemang legendaris atau menuju Stasiun Tanjungbalai untuk mengeksplorasi wisata pesisir Sungai Asahan. Sementara itu, Stasiun Rampah memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin menikmati keindahan garis pantai sepanjang Selat Malaka di daerah Serdangbedagai.
“Penyediaan puluhan ribu kursi merupakan komitmen kami menyalakan mesin ekonomi melalui konektivitas yang kuat. KAI meyakini setiap pergerakan penumpang adalah penggerak roda ekonomi. Ketika mobilitas masyarakat terjaga, sektor pariwisata, UMKM, dan denyut bisnis di daerah ikut bangkit dan tumbuh,” kata Anwar.
KAI Divre 1 Sumut, lanjut Anwar, berdiri sebagai urat nadi yang memastikan arus mobilitas masyarakat menjadi energi untuk pertumbuhan ekonomi daerah. Mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan kereta api sebagai mitra perjalanan utama yang aman dan efisien, demi mewujudkan konektivitas yang tidak hanya mengantarkan penumpang sampai tujuan, juga mengantarkan kemajuan.
“Peningkatan jumlah penumpang berkat kelancaran operasional yang terus dijaga. Kereta api menjadi solusi transportasi yang menghubungkan pusat kota dengan berbagai titik strategis di Sumut,” tuntasnya.
Pilihan Editor: Biang Keladi Penerimaan Pajak 2025 Tak Tercapai
