Gadai BPKB

216c7bc7c4f24924bcd1154b84ccf389

Emas penyumbang inflasi terbesar di Sumatera Selatan

AA1TFC1a

INFLASI Provinsi Sumatra Selatan melonjak menjadi 2,91 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,2 persen. Kenaikan inflasi ini terutama dipicu lonjakan harga emas perhiasan serta tekanan pada sejumlah komoditas pangan.

“Tingginya inflasi 2025 terjadi karena tekanan harga emas yang cukup tinggi dan memberikan andil besar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto, Senin, 5 Januari 2026

Menurut dia, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang menjadi pendorong utama inflasi sepanjang 2025. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi, yakni 18,23 persen, dengan andil 1,39 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberi kontribusi signifikan dengan inflasi 3,5 persen dan andil 1,07 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,11 persen dengan andil 0,15 persen.

BPS mencatat, komoditas utama penyumbang inflasi di Sumatera Selatan pada akhir 2025 meliputi emas perhiasan, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, serta daging ayam ras.

Menurut Wahyu, kenaikan harga pangan dipengaruhi kombinasi meningkatnya permintaan akhir tahun dan terganggunya pasokan akibat bencana di daerah pemasok.

“Sebagian kebutuhan Sumsel berasal dari Pulau Jawa, tetapi ada juga yang dari Sumatera Barat. Bencana di daerah pemasok ikut memengaruhi,” katanya.

Dari sisi wilayah, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Palembang sebesar 2,92 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Lubuk Linggau sebesar 2,87 persen.

Secara bulanan (month to month/mtm), Wahyu menyebutkan, Sumatera Selatan mencatat inflasi 0,49 persen pada Desember 2025. Emas perhiasan kembali menjadi komoditas dengan andil terbesar, dengan harga yang sepanjang tahun lalu berada di kisaran Rp 2,5 juta per gram. “Namun tetap diupayakan agar inflasi tidak bergerak liar,” tutur Wahyu.

Data di Sumatera Selatan sejalan dengan inflasi nasional. Badan Pusat Statistik mencatat perhiasan sebagai komoditas penyumbang andil inflasi tahunan terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2025. Hal ini tak lepas dari dorongan tren kenaikan harga emas di pasar internasional yang terus berlanjut hingga akhir tahun. Emas perhiasan menyumbang inflasi sebesar 0,79 persen sepanjang tahun lalu secara nasional.

Pilihan Editor: Mengapa Inflasi November Melandai