Gadai BPKB

658c8180d65fc3780e3000435743f251

Dirut RS Hermina Yulisar Khiat Borong Saham HEAL senilai Rp 29,3 Miliar

AA1Hw0Xs

DIREKTUR Utama PT Mediakaloka Hermina Tbk. Yulisar Khiat memborong saham perseroannya 20.585.000 lembar senilai Rp 29,3 miliar untuk investasi langsung. Dari transaksi ini, Yulisar saat ini mengempit 6,35 persen saham perseroan, atau naik dari 6,21 persen sebelumnya. “Saya telah memiliki saham perusahaan terbuka,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 29 November 2025.

Yulisar membeli saham berkode HEAL ini sebanyak dua kali, yaitu pada 25 dan 26 November 2025. Dalam transaksi pertama, ia membeli 10.265.000 lembar seharga Rp 1.431 atau senilai Rp 14,6 miliar. Pada transaksi kedua, Yulisar membeli 10.320.000 lembar seharga Rp 1.425 atau senilai Rp 14,7 miliar.

Adapun Yulisar menjabat Direktur Utama HEAL sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 23 Oktober 2025 menggantikan posisi Hasmoro. Sebelumnya, Yulisar merupakan wakil direktur perseroan ini.

Meski demikian, Yulisar bukan orang baru di emiten pengelola Rumah Sakit Hermina ini. Dia bergabung di RS Hermina sejak 1998. Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini pernah menjadi Direktur Pengelola Operasional dan Umum di RS Hermina pada 2018.

Pada 25 Juni 2025, emiten pengelola Rumah Sakit Hermina ini telah menjual menjual 559,18 juta sahamnya dengan harga Rp 1.875 per saham kepada PT Dwimuria Investama Andalan sebagai salah satu usaha milik Grup Djarum.

Jumlah tempat tidurnya yang mencapai ribuan unit menjadi salah satu sumber pendapatan RS Hermina. Layanan rawat inap dilaporkan menyumbangkan sekitar Rp 998 miliar sebagai pemasukan terbesar RS. Secara terperinci, pendapatan ini sebesar Rp 371,3 miliar berasal dari layanan rawat inap, obat dan perlengkapan medis Rp 279 miliar, jasa medis Rp 188 miliar, dan sejenisnya.

RS Hermina sepanjang kuartal I-2025, RS ini tercatat mengalami penurunan pendapatan. Penurunan selama Januari-Maret 2025 dicatatkan sebanyak 0,82 persen atau hanya sebesar Rp 1,6 triliun.

Artinya, pada kuartal I tahun 2024, RS Hermina mendapatkan pendapatan sebanyak Rp 1,7 triliun. Di lain sisi, pada periode kuartal I-2025 ini, laba perseroan mengalami penurunan lebih dari Rp 80 miliar. Tahun ini mereka hanya mendapatkan laba perseroan sebesar Rp 160,5 miliar atau turun dari 243,9 miliar pada kuartal I-2024.

Pilihan Editor: Efektivitas Aturan Influencer Saham Mencegah Kerugian Investor