
PASUKAN Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan spekulasi harga minyak bumi, apalagi Venezuela merupakan salah satu produsen terbesar di dunia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah masih memantau dinamika geopolitik yang terjadi. Dia belum bisa memastikan potensi harga bahan bakar minyak (harga BBM) di dalam negeri bakal naik atau turun.
“Kita akan antisipasi, tapi yang jelas kondisi di negara saat ini stabil,” kata Laode saat ditemui di BPH Migas pada Senin, 5 Januari 2025.
Laode mengatakan kepastian gejolak harga minyak bumi akan disampaikan lebih lanjut oleh menteri yang berhak. Namun kestabilan harga saat ini ditentukan oleh sumber minyak bumi yang bukan berasal dari Venezuela.
Memanasnya hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Venezuela belum dipastikan dampak luasnya. “Kami saat hari ini belum melihat. Kita pantau dulu ya,” tutur Laode.
Dalam peristiwa geopilitik ini, penangkapan oleh pasukan Amerika Serikat terhadap Maduro dan istrinya atas dasar tuduhan perdagangan narkotika ke Negeri Paman Sam. Pada hari yang sama usai diculik, mereka langsung dibawa ke New York, Amerika Serikat, untuk segera diadili oleh pengadilan federal.
Mengutip dari laporan The Guardian, Maduro dan istrinya pada hari ini telah tiba di pengadilan. Selain itu, Maduro akan diadili atas tuduhan terorisme narkoba, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat peledak.
Pilihan Editor: Jika Harga BBM Naik
