Gadai BPKB

657905f9d3707d35a3f8b283683485ed

Biaya Dana Obligasi SMF Berpotensi Turun Usai Jadi Underlying Repo

AA1Qv01I

KEPALA Divisi Riset Ekonomi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Martin D Siyaranamual mengatakan biaya dana obligasi SMF berpotensi menurun usai obligasi perseroan bisa dijadikan sebagai underlying repo di Bank Indonesia. Hal ini memungkinkan PT SMF meningkatkan daya ungkit pendanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Ketika cost of fund dari kami turun dan itu hubungannya dengan FLPP, kami bisa leverage atau ungkit FLPP lebih besar,” kata Martin di Surakarta, Sabtu, 15 November 2025.

Dia menjelaskan bahwa ketika obligasi SMF semakin diterima oleh investor dan pasar, maka kebutuhan perusahaan untuk memberikan imbal hasil tinggi dapat berkurang.

Ia mencontohkan, spread imbal hasil obligasi SMF terhadap SBN berada di kisaran 100-150 basis poin (bps). Dengan adanya fasilitas repo, SMF dapat menawarkan spread yang lebih rendah, misalnya sekitar 80 bps. Penurunan spread ini secara langsung menekan biaya dana perseroan.

Dengan biaya dana yang lebih rendah, kemampuan SMF untuk meningkatkan porsi pendamping FLPP juga meningkat.

Untuk diketahui, saat ini SMF menyediakan porsi dana pendamping sebesar 25 persen untuk pembiayaan KPR FLPP. Penurunan biaya dana tersebut pada akhirnya berpotensi mendorong volume penyaluran KPR subsidi.

Dia menambahkan, fasilitas repo juga mendorong likuiditas pasar obligasi jangka panjang. Investor yang sebelumnya kurang tertarik pada tenor 10, 15, hingga 20 tahun, kini lebih terbuka untuk membeli obligasi jangka panjang karena obligasi SMF dapat direpo ke Bank Indonesia.

“Dengan adanya obligasi SMF dijadikan underlying repo, bank tahu mereka bisa memperoleh likuiditas cepat. Ini membantu menjaga stabilitas likuiditas perbankan dan rasio kecukupan likuiditas,” ujar dia.

Sebagai informasi, BI memiliki sejumlah kriteria bagi surat berharga yang dapat diterima sebagai underlying, antara lain jenis aset likuid berkualitas tinggi (high-quality liquid assets/HQLA).

Direktur Bisnis SMF Heliantopo mengatakan bahwa akses repo akan meningkatkan minat investor membeli obligasi SMF karena mereka memiliki exit option yang likuid.

Ia mengingatkan, program perumahan nasional sebanyak 3 juta rumah membutuhkan likuiditas besar. Maka obligasi SMF yang bisa menjadi underlying repo ini diharapkan dapat memperlancar perputaran dana dan meningkatkan volume penyaluran KPR FLPP.

Adapun hingga saat ini, ujar Heliantopo, surat berharga yang bisa direpo di BI hanya mencakup obligasi SMF yang konvensional maupun syariah.

Sementara untuk Efek Beragun Aset (EBA), keterbatasan jumlah dan likuiditas menjadi kendala. Namun, SMF berharap EBA dapat dijadikan underlying repo di masa depan jika likuiditas dan kualitasnya memadai.

Pilihan Editor: Siasat Baru Pemerintah Menggenjot Penerimaan Pajak