Gadai BPKB

ed5c0fde861e8b508ef1b95732addd5f

Begini perjanjian RI-AS yang segera diteken Prabowo

AA1Op0op

PRESIDEN Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menandatangani dokumen final perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART). Seperti diketahui Prabowo bertolak ke AS pada Senin, 16 Februari 2026.

Kunjungan kepala negara adalah untuk mengikuti KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian pada 19 Februari nanti. “Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Sebelumnya, sejumlah poin substansi dari dokumen negosiasi tersebut telah disepakati dan dibahas dalam proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting). Di dalam kerangka kesepakatan itu, Indonesia telah berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat.

Sedangkan AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Amerika juga berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao. Pengecualian tarif diberlakukan bagi produk-produk ekspor asal Indonesia yang tidak bisa diproduksi oleh AS.

Kesepakatan soal substansi ATR didapat setelah pertemuan resmi antara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer pada Senin 22 Desember 2025 lalu. Pertemuan berlangsung di Washington D.C, Amerika.

Agreement on Reciprocal Trade adalah kontrak perdagangan timbal balik. Selain penandatanganan kesepakatan dagang antara Prabowo dan Trump, agenda ini juga akan memfasilitasi forum bisnis serta investasi bagi pengusaha kedua negara.

Mengutip laman Kementerian Sekretariat negara, Prabowo dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 16 Februari 2026. Sehari sebelumnya, Kepala Negara mengundang Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ke Hambalang sebagai persiapan.

Kepala negara itu menekankan pentingnya memastikan posisi Indonesia tetap kuat dan terukur menjelang sejumlah agenda internasional, termasuk pertemuan dengan AS. Pemerintah juga diarahkan memastikan posisi tawar Indonesia tetap kuat dan tak merugikan kepentingan nasional.

Pilihan Editor: Peluang Bisnis Akibat Perang Dagang Amerika-Eropa