
PT PLN (Persero) mengirimkan satu unit genset berkapasitas 250 kiloVolt Ampere (kVA) untuk memastikan layanan kesehatan di RSUD Datu Beru Takengon, Aceh Tengah, tetap berjalan di tengah kondisi darurat pasca banjir dan tanah longsor di daerah tersebut. Pengiriman alat tersebut melibat BNPB dan TNI menggunakan helikopter Sikorsky S-61A dari Banda Aceh pada Sabtu, 6 Desember 2025.
“Kami bergerak cepat memulihkan pasokan listrik untuk rumah sakit. Bagi kami, ini bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi tanggung jawab kemanusiaan,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangan tertulis, Ahad, 7 Desember 2025.
Darmawan mengatakan upaya ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keberlangsungan layanan kesehatan. Menurut dia, rumah sakit harus mendapat prioritas energi dalam situasi krisis.
Ia mengatakan kolaborasi lintas sektor dengan BNPB dan TNI menjadi kunci percepatan bantuan energi ke wilayah terdampak. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan kedua lembaga tersebut sehingga proses pengiriman dapat berjalan aman dan efisien.
General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra menjelaskan pengiriman via udara adalah satu-satunya cara untuk memastikan genset tiba tepat waktu. Sebab, seluruh akses darat menuju RSUD Datu Beru terputus akibat bencana sehingga mobilisasi jalur darat tidak memungkinkan. “Dengan helikopter, perjalanan dapat ditempuh hanya dalam 45 menit,” kata Eddi.
Ia mengatakan, setibanya di lokasi, petugas PLN menguji genset agar dapat segera berfungsi sebagai sumber listrik sementara hingga jaringan utama pulih. Eddi mengungkapkan, proses mobilisasi genset tidak mudah. Peralatan dengan total bobot 3,6 ton itu sempat gagal diterbangkan pada percobaan pertama.
“Setelah dilakukan penyesuaian beban dan titik angkat, pengangkutan akhirnya berhasil pada percobaan kedua,” kata Eddi.
Pilihan Editor: Listrik Mulai Pulih, 30 Kapal Kirim Bantuan ke Sumatera
