Gadai BPKB

539b9f3744d68c4304f99def0fa314ba

Aljazair akan genjot pasokan bahan baku pupuk ke Indonesia

AA1UIaeC

WAKIL Menteri Pertanian Sudaryono optimistis kerja sama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan perusahaan tambang fosfat Aljazair Somiphos, anak usaha Grup Sonarem, dapat menjamin ketersediaan dan harga pupuk yang murah di Indonesia.

“Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Sudaryono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.

Adapun kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aljir, Aljazair, pada Selasa lalu, 20 Januari 2026. MoU ditandatangani oleh Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lakhal dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dengan disaksikan Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab.

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi kedua negara, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair serta jajaran pimpinan Grup Sonarem.

Kerja sama ini mencakup kajian dan pengembangan peluang pasokan fosfat dari Aljazair untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk nasional, sekaligus penjajakan investasi bersama di bidang penambangan dan pengolahan fosfat. Seperti diketahui, fosfat merupakan salah satu bahan baku strategis dalam produksi pupuk, khususnya pupuk fosfat, yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Sudaryono menilai ketergantungan terhadap impor bahan baku selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur biaya pupuk. Oleh sebab itu, kemitraan jangka menengah dan panjang dengan negara produsen dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan memperluas sumber bahan baku dan membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, kata Sudaryono, pemerintah tidak hanya menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional. “Tetapi juga menjalankan amanat Presiden untuk melindungi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.

Nota kesepahaman tersebut berlaku selama 18 bulan dan mencakup pelaksanaan studi pendahuluan bersama untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomi proyek, pertukaran data, serta pengembangan peluang kerja sama pada tahap awal industri pengolahan fosfat.

Hasil kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, dan mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.

Lebih jauh, Sudaryono menjelaskan bahwa kunjungan kerja ke Aljazair yang berlangsung pada 19-21 Januari dilakukan bersama jajaran manajemen Pupuk Indonesia sebagai bagian dari upaya pengamanan pasokan bahan baku pupuk.

“Kita ingin tidak hanya membeli bahan baku, tetapi juga menguasai sumbernya di negara asal dan mengembangkan industrinya. Dengan begitu, kita bisa menyediakan pupuk dengan kualitas yang lebih baik, volume yang cukup, dan harga yang bisa ditekan lebih lanjut,” ujarnya.

Sedangkan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengamanan pasokan bahan baku pupuk. “Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku sehingga pupuk dapat diproduksi dan disalurkan dengan harga yang terjangkau bagi petani Indonesia.”

Pilihan Editor: Tujuh Pabrik Pupuk Baru Lima Tahun ke Depan