Gadai BPKB

ea88d30dd335b20b01a314d8ebf9aac6

Alfamart buyback saham senilai Rp 1,5 triliun

AA1G4gBi

EMITEN pengelola gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 650 juta lembar. Dari jumlah itu, emiten berkode AMRT tersebut menyiapkan dana Rp 1,5 triliun.

Corporate Secretary AMRT Tomin Widian mengatakan biaya buyback ini menggunakan kas internal sesuai peraturan yang berlaku. “Perkiraan biaya tersebut termasuk biaya pembelian kembali saham, komisi pedagang perantara serta biaya lain berkaitan dengan pembelian kembali saham,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 5 Desember 2025.

Tomin mengatakan jumlah saham yang dibeli tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor sesuai POJK Nomor 13 Tahun 2023. Perseroan juga memperhatikan jumlah saham free float setelah buyback tidak menjadi kurang dari 7,5 persen.

Di samping itu, Tomin optimistis buyback ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja operasional maupun pendapatan perseroan. “Karena Perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham dan membiayai kegiatan usaha,” ujarnya.

Tomin mengatakan proses buyback ini dilakukan secara bertahap maupun penuh melalui Bursa Efek Indonesia. AMRT bakal menunjuk satu perusahaan efek untuk melaksanakan buyback. Periode buyback ini berlangsung pada 8 Desember 2025-6 Maret 2026.

Pada 14 Mei 2025, AMRT juga telah menjalankan aksi korporasi berupa mengambil alih kepemilikan gerai PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson) dari PT Midi Utama Indonesia Tbk. Alfamart membeli 70 persen saham Lawson atau setara dengan 1,48 miliar saham.

Pilihan Editor: Bayang-bayang Stagnasi Industri Retail