Gadai BPKB

f37fb273b1de02240a5a0613264253d3

AEI minta penerapan free float saham 15 persen bertahap

ASOSIASI Emiten Indonesia (AEI) meminta agar ketentuan free float saham yang naik menjadi 15 persen dari 7,5 persen diberlakukan secara bertahap. Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menyusun regulasi baru tersebut dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Menurut Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono, penerapan aturan free float baru sebaiknya mempertimbangkan kesiapan emiten serta kemampuan pasar menyerap saham yang beredar. “Secara kesiapan biasanya kalau ketika meningkatkan free float ini, masukan kami sebaiknya dilakukan step by step. Itu lebih umum, di pasar coba jualan, coba dulu segini, nanti lihat laku atau enggak,” kata dia kepada awak media di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 4 Februari 2026.

Armand mengatakan, agar kebijakan ini bisa diimplementasikan, harus ada peningkatan kualitas dari sisi emiten. Selain itu, jumlah investor juga harus bertambah, baik investor asing maupun domestik. Meski begitu, ia tak mengatakan berapa batas minimal free float yang idealnya diberlakukan. Armand hanya menyebutkan batas free float sebaiknya dinaikkan secara sedikit demi sedikit.

Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan draf peraturan free float yang baru sudah mengakomodasi poin tersebut. Menurut Hasan, ketentuan free float minimal 15 persen akan dilakukan secara berjenjang.

“Jadi tahun pertama akan ada pengelompokan kelompok emiten, akan ada kemudian target antara. Misalnya ada kelompok yang ditargetkan di tahun pertama meningkat menjadi 10 persen dari kondisi sekarang, kemudian berjenjang seterusnya sampai dengan angka 15 persen,” kata Hasan kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 4 Februari 2026.

Namun, dia menegaskan bahwa peraturan free float saat ini masih berupa konsep dan akan disosialisakan kepada pelaku pasar untuk mendapatkan masukan.

Sebagai langkah awal, Bursa Efek Indonesia juga akan menyiapkan hot desk dan tim khusus untuk memastikan kesiapan emiten serta memberikan pendampingan untuk menyesuaikan dengan kebijakan baru free float. Hasan mengatakan free float yang lebih tinggi diharapkan bakal meningkatkan minat investor serta memperbesar porsi investor publik dalam kepemilikan saham.

Pilihan Editor: Jika Ambang Batas Saham Publik Naik Jadi 15 Persen