Gadai BPKB

ce54561bc40ec022814829a982b0fe98

Mendag bilang produksi minyak goreng pendamping menipis

AA1Wyvpo

MENTERI Perdagangan Budi Santoso mendorong produsen memperbanyak produksi minyak goreng pendamping atau second brand untuk memberikan opsi bagi masyarakat selain Minyakita. Budi mengatakan dorongan agar produsen memperbanyak merek minyak goreng pendamping dilatarbelakangi ketersediaan Minyakita.

“Sebelum Minyakita, second brand itu bisa 50 merek. Setelah Minyakita (jadi) berkurang,” kata Budi, di kompleks Kementerian Perdagangan, Rabu, 18 Februari 2026.

Adapun Minyakita merupakan hasil dari domestic market obligation (DMO) dari produsen yang mengekspor kelapa sawit mentah atau crude palm oil. Dengan demikian, ekspor CPO yang turun akan berdampak terhadap realisasi DMO yakni Minyakita.

“Minyakita itu sebenarnya memang terbatas. Makanya kita minta supaya banyak pilihan minyak selain Minyakita,” kata dia.

Selain bertujuan mencegah kelangkaan Minyakita, Budi mengatakan, merek pendamping bisa memberikan beragam pilihan bagi masyarakat dengan harga yang berbeda. Misalnya, produsen bisa menjual minyak goreng dengan ukuran mulai dari 300 mililiter sehingga harganya lebih terjangkau.

Budi mengatakan Kementerian Perdagangan telah menyambangi sejumlah produsen minyak di Bekasi dan Palembang. Ia mengatakan Kementerian Perdagangan sedang melakukan pendataan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produsen.

Pilihan Editor: Efek Berganda THR ASN Cair Awal Ramadan