
ASOSIASI Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat jumlah penjualan sepeda motor di dalam negeri mencapai 577.763 unit pada Januari 2026. Jumlah tersebut lebih sedikit dari penjualan pada Januari 2024 berjumlah 592.658 unit dan lebih tinggi dari Januari 2025 berjumlah 560.301 unit.
“Ekspor CBU (Completely Built Up) 52.924 unit, ekspor CKD (Completely Knocked Down) 673.703 unit, dan export part by part 12.475.225 unit pada Januari 2026,” dikutip dari situs AISI pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Jika dibandingkan dengan Januari 2025, ekspor CBU tercatat sebanyak 40.878 unit, ekspor CKD sebanyak 674.701 unit, dan export part by part sebanyak 8.922.483 unit. Secara total pada tahun tersebut, ekspor CBU tercatat sebanyak 544.133 unit, ekspor CKD sebanyak 8.139.894 unit, dan export part by part sebanyak 138.455.487 unit.
Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan AISI memprediksi pasar sepeda motor di dalam negeri masih berpotensi terus naik meski berbagai tantangan ekonomi turut menyertai. Pemberlakuan opsen atau pajak tambahan yang diberlakukan di awal tahun oleh sejumlah pemerintah daerah, dikhawatirkan akan menjadi batu ujian pertama bagi pelaku industri di awal tahun.
“Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujarnya.
Selain itu geopolitik global juga turut mempengaruhi perekonomian dan pasar sepeda motor di Indonesia. Lalu harga komoditas dan kondisi cuaca juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat pada tahun ini.
Sigit memprediksi pada 2026 penjualan sepeda motor di dalam negeri antara tetap sama dengan 2025 sebanyak 6,41 juta unit atau naik sedikit. “Kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” tuturnya pada 12 Januari 2026, dikutip dari situs AISI.
Menurutnya, dukungan kuat dari lembaga pembiayaan dapat mendorong peningkatan penjualan sepeda motor, serta membantu mengantisipasi potensi pelemahan daya beli masyarakat pada 2026.
Pilihan Editor: Sinyal Deindustrialisasi dari Rendahnya Pekerja Terdidik
