
PT MERDEKA Gold Resources Tbk mengumumkan Hardi Wijaya Liong telah mundur dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris pada 3 November 2025. Mundurnya Hardi ini dalam rentang dua bulan setelah emiten berkode saham EMAS ini melantai di Bursa Efek Indonesia (IPO) pada 23 September 2025.
Sekretaris Perusahaan EMAS Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan mundurnya Hardi bakal efektif setelah mendapat restu dari pemegang saham. “Akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis, 6 November 2025.
Saat IPO, EMAS melepas 1,62 miliar saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 2.880 per saham, sehingga menghimpun dana sebesar Rp 4,66 triliun.
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk Boyke P. Abidin mengatakan menyatakan pencatatan saham perdana ini bukan hanya tonggak sejarah dalam perjalanan perusahaan, tetapi wujud komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang.
“Melalui IPO ini, kami memperkuat fondasi keuangan perseroan sekaligus membuka kesempatan bagi publik untuk menjadi bagian dari perjalanan MGR,” kata dia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa, 23 September 2025.
Dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung kegiatan modal kerja kegiatan operasional anak-anak perusahaan MGR yang melakukan kegiatan usaha di bidang penambangan dan pengolahan bijih emas, serta akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman MGR.
Pilihan Editor: Mengapa Perusahaan Ogah Masuk Pasar Modal
