
PT Bukalapak.com membukukan laba Rp 2,9 triliun sepanjang Januari-September 2025. Jumlah itu membalik kerugian emiten berkode BUKA ini pada kuartal III 2024 sebesar Rp 593,2 miliar.
Berdasarkan laporan keuangannya di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 28 Oktober 2025, BUKA membukukan pendapatan Rp 4,7 triliun. Jumlah itu meningkat dari pendapatan Rp 3,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan BUKA berasal dari gaming Rp 3,8 triliun, online to offline Rp 605 miliar, ritel Rp 226 miliar, dan investasi Rp 42 miliar. Sementara itu, beban pokok pendapatan BUKA berasal dari gaming Rp 3,7 triliun, online to offline Rp 509 miliar, dan ritel Rp 133 miliar.
Hingga 30 September 2025, BUKA memiliki total aset sebesar Rp 26,1 triliun. Liabilitas BUKA tercatat sebesar Rp 852 miliar dan ekuitas Rp 25,2 triliun.
Pada 24 Oktober 2025, BUKA mengumumkan perseroan berencana melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp 420,7 miliar. Buyback ini berlangsung pada periode 24 Oktober 2025 sampai 23 Januari 2026.
Corporate Secretary Bukalapak Cut Fika Lutfi mengatakan perseroannya bakal menggunakan sisa dana buyback sebelumnya pada 3 Juli 2025 untuk menjalankan aksi korporasi ini. “Mengingat masih terdapat sisa dana untuk pembelian kembali saham,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 23 Oktober 2025.
Cut Fika mengatakan pelaksanaan buyback ini mengindikasikan bahwa perseroan memiliki likuiditas yang cukup tanpa mengganggu kondisi keuangan dan operasional perusahaan.
Bukalapak membukukan laba bersih sebesar Rp 467 miliar sepanjang semester satu tahun ini atau periode Januari-Juni 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, Bukalapak mencatatkan rugi sebesar Rp 747 miliar.
Pilihan Editor: Pro-Kontra Pengembang Rumah Bersubsidi Masuk Bursa
