Gadai BPKB

c5eec6e6a2b60aee7b6e0b8520c7c3c2

133 ton bawang bombay selundupan digagalkan masuk Semarang

AA1TCbr9

TIM gabungan kepolisian, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta unsur TNI menyita sebanyak 133,5 ton bawang bombay ilegal yang akan masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Timur, pada Jumat, 2 Januari 2025.

Penyitaan itu dilakukan setelah masyarakat melaporkan upaya penyelundupan melalui layanan pengaduan bernama Lapor Pak Amran. “Mohon maaf menyita waktunya, menginformasikan, saat ini ada kurang lebih 20 ton bawang bombay (disinyalir berasal dari jalur tikus perbatasan),” demikian penggalan laporan masyarakat, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pertanian, Ahad, 4 Januari 2025.

Berdasarkan laporan masyarakat, ratusan ton bawang bombay tanpa dokumen karantina itu diangkut menggunakan tujuh truk fuso yang dibawa dengan kapal KM Dharma Kartika yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat menuju Semarang, Jawa Timur.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan memeriksa Pelabuhan Tanjung Emas pada Jumat, 2 Januari 2026 pukul 11.00 WIB. Dalam pemeriksaan itu, tim gabungan ratusan menyatakan menemukan bombay ilegal yang dimaksud dalam laporan masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan, tim gabungan menyita sebanyak 133,5 ton bawang bombay ilegal yang tiba menggunakan kapal Dharma Kartika VII yang berlabuh dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Semarang Komisaris Besar M. Syahduddi menjelaskan pelaku penyelundupan mengangkut bawang bombay menggunakan kapal RORO. Kemudian bawang bombay tersebut dipindahkan ke truk yang ditutup terpal berlapis tanpa melalui proses karantina sebagaimana diwajibkan oleh ketentuan perundang-undangan.

Tim gabungan menyatakan seluruh muatan bawang bombay telah disita di Depo Fumigasi Karantina Tumbuhan, Jalan Ampenan, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan berada di bawah pengawasan Kepolisian Sektor Pelabuhan Tanjung Emas serta Bali Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah untuk proses penanganan lebih lanjut.

Pilihan Editor: Untuk Apa BUMN Monopoli Impor Bungkil Kedelai