
LEMBAGA Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan kinerja keuangan berkelanjutan sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar. Laba tersebut tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year), ditopang pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kualitas dan pemulihan aset.
Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan peran strategis Indonesia Eximbank dalam mendukung ekspor nasional.
“Kinerja Indonesia Eximbank sepanjang 2025 menunjukkan upaya berkelanjutan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat, seiring dengan dukungan para pemangku kepentingan,” kata Sukatmo dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.
Dia menuturkan bahwa berdasarkan hasil penghitungan dampak secara agregat, setiap Rp 1 pembiayaan yang disalurkan LPEI diestimasi memberikan kontribusi hingga 3,49 kali terhadap ekspor nasional.
Pertumbuhan kinerja keuangan itu tercermin dari penyaluran pembiayaan yang meningkat 2 persen menjadi Rp 57,2 triliun. Pada periode yang sama, volume asuransi mencapai Rp 8,8 triliun, sementara penjaminan tercatat sebesar Rp 4,9 triliun.
Dari sisi penugasan khusus pemerintah, realisasi pembiayaan Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) pada 2025 mencapai Rp 13,5 triliun. Nilai tersebut meningkat 85 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,3 triliun.
Kualitas aset Indonesia Eximbank juga menunjukkan perbaikan. Sepanjang 2025, nilai collection and recovery meningkat 68 persen menjadi Rp 4,7 triliun. Perbaikan ini mencerminkan efektivitas strategi pemulihan aset bermasalah serta penerapan manajemen risiko yang lebih hati-hati atau prudent.
Seiring penguatan pencadangan secara konservatif dan antisipatif dengan coverage ratio sebesar 105 persen, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net berhasil ditekan menjadi 2,4 persen. Angka tersebut membaik dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada di level 4,5 persen.
Dari sisi nonkeuangan, Indonesia Eximbank terus berperan dalam mendorong daya saing ekspor nasional, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Sepanjang 2025, lembaga ini memfasilitasi 557 eksportir baru melalui 50 kegiatan business matching yang menghasilkan ekspor ke 90 negara tujuan melalui program Coaching Program for New Exporter (CPNE).
Selain itu, Program Desa Devisa Indonesia Eximbank berkembang menjadi 2.328 Desa Devisa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 566 desa mencatatkan peningkatan kualitas ekspor melalui perluasan pasar ke negara tujuan baru. Secara keseluruhan, Program Desa Devisa telah memberikan manfaat peningkatan kapasitas kepada 201.580 petani, nelayan, dan pengrajin, dengan 94.717 tenaga kerja di antaranya merupakan perempuan.
Pilihan Editor: Risiko Fiskal Pemindahan PNM ke Kementerian Keuangan