
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyatakan beragamnya jenis durian di Indonesia menjadi bukti buah tersebut merupakan buah nasional Indonesia.
“Dengan kekayaan sebesar ini, jelas durian adalah buah asli Indonesia, dan selayaknya menjadi buah nasional kita, bukan Malaysia,” kata Zulkifli dalam keterangan tertulis, Ahad, 23 November 2025.
Menurut Zulhas, hampir seluruh wilayah memiliki produksi durian yang tinggi dengan karakter rasa berbeda.
Zulhas berpendapat keberagaman durian tidak hanya menunjukkan kekayaan biodiversitas Indonesia, tetapi memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan varietas durian terbanyak di dunia.
Politikus Partai Amanat Nasional itu menyatakan kekuatan varietas, produksi yang besar, dan kualitas rasa merupakan bukti durian sebagai buah nasional.
Dilansir dari The Straits Times, Durian Manufacturers Association (DMA) mengajukan permohonan kepada pemerintah Malaysia agar buah berduri itu ditetapkan sebagai buah nasional Malaysia sekaligus menetapkan 7 Juli sebagai Hari Durian Nasional.
Asosiasi yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan produsen durian, telah secara resmi meminta Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk memberikan tempat yang selayaknya bagi durian sebagai buah nasional. “Durian bukan sekadar buah biasa. Ia bagian dari identitas nasional kita,” kata Presiden DMA, Eric Chan.
Permohonan tersebut dikonfirmasi Direktur Jenderal Departemen Pertanian Nor Sam Alwi, yang menyebut keputusan membutuhkan kajian lintas lembaga—meliputi dampak sosial-ekonomi, nilai ekspor, warisan budaya, penerimaan publik, hingga kepentingan industri.
DMA President Eric Chan menekankan status Indikasi Geografis (GI) untuk musang king (D197) yang diperpanjang hingga Maret 2034, mempertegas klaim asal-usul dan mencegah penggunaan nama oleh pihak luar. “Perpanjangan GI ibarat paspor yang membuktikan Musang King benar-benar milik Malaysia,” kata dia.
Yunia Pratiwi berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Mengapa Ekspor Benur Berpotensi Menimbulkan Kerugian Negara