Categories: Urban Infrastructure

Sumut target rehabilitasi sawah terdampak banjir 37.318 ha

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah akhir November lalu. Surya mengatakan hal itu saat memimpin groundbreaking rehabilitasi sawah terdampak bencana yang dipusatkan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.

Groundbreaking dilaksanakan virtual bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Hadir di lokasi mendampingi Surya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Staf Ahli Mentan Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil.

Surya mengatakan groundbreaking menjadi titik balik penguatan ketahanan pangan di Sumut. Ia mengungkapkan, kerusakan lahan sawah mencapai 37.318 hektar, rinciannya 22.274 hektar rusak ringan, 10.690 hektar rusak sedang dan 4.354 hektar rusak berat. Khusus di Kabupaten Tapanuli Tengah, kerusakan lahan mencapai 3.205 hektar yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Kecamatan Tukka adalah bagian penting dari sentra pertanian rakyat. Gangguan pada lahan dan irigasi di sini menurunkan produktivitas dan pendapatan petani secara drastis. Groundbreaking ini komitmen nyata memulihkan kembali fungsi lahan dan sistem irigasi,” kata Surya, Kamis, 15 Januari 2026.

Dia mengajak masyarakat berperan aktif dalam program rehabilitasi tersebut. Pembangunan pertanian tidak hanya soal infrastruktur, juga tentang kebersamaan dan semangat gotong royong menjaga hasil pembangunan.

Amran Sulaiman dalam arahannya menyampaikan, pemerintah pusat memberi bantuan total senilai Rp 78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat. Bantuan meliputi pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kebutuhan pokok masyarakat.

“Rehabilitasi menggunakan skema padat karya. Saudara-saudara yang punya sawah yang bekerja, upahnya dibayar pusat. Kami ingin masyarakat punya lapangan pekerjaan di tengah masa sulit ini,” ucapnya.

Dia memerintahkan jajarannya tetap berada di lokasi sampai proses pemulihan selesai. “Saya tugaskan direktur dan tim untuk standby. Tolong dipercepat, saudara kita butuh uluran tangan segera,” ujarnya.

Bima Arya mengapresiasi langkah sigap dan sinergi pemerintah daerah. Menurutnya, upaya tersebut berdampak signifikan terhadap stabilitas nasional dan daerah. “Kami harap pemulihan ini berjalan cepat, terutama pada sektor pertanian agar membawa keberkahan bagi masyarakat,” sebutnya.

Rehabilitasi ini menandai dimulainya perbaikan besar-besaran terhadap infrastruktur pertanian yang rusak, termasuk penyediaan traktor roda empat, rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak.

Pilihan Editor: Beban Baru Bulog Akibat Kebijakan Beras Satu Harga

Published by
admin