Categories: Finance

Soal IPO BUMN pada 2027, BEI tekankan kualitas emiten

BURSA Efek Indonesia (BEI) merespons rencana Badan Usaha Milik Negara yang akan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham pada 2027. Otoritas bursa menyatakan tidak terburu-buru mengejar jumlah emiten, termasuk dari kalangan perusahaan pelat merah, dan memilih menjaga mutu perusahaan yang masuk pasar modal.

Penjabat Sementara Direktur Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan bursa akan menunggu kesiapan BUMN yang berencana mencatatkan sahamnya. “Kami tunggu saja kesiapannya, tapi harapan kami jaga terus,” kata dia seusai menghadiri forum Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Financial Hall, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026.

Jeffrey menegaskan bahwa pendekatan BEI dalam proses pencatatan saham saat ini berfokus pada kualitas dibandingkan kuantitas. Prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan perusahaan yang melantai memiliki fundamental dan tata kelola yang baik, sehingga sejalan dengan kepentingan investor jangka panjang.

Sejalan dengan kebijakan itu, BEI tengah menyiapkan pengetatan persyaratan pencatatan saham yang saat ini masih dalam tahap proses sebelum diberlakukan. Penyesuaian aturan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas perusahaan tercatat serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap bursa.

BEI meminta calon emiten, termasuk BUMN, menyesuaikan diri dengan ketentuan baru tersebut. Ke depan, bursa berharap semakin banyak perusahaan besar, baik yang berada di bawah pengelolaan Danantara maupun perusahaan berbasis sumber daya alam, membuka kepemilikan kepada publik agar masyarakat dapat ikut menikmati pertumbuhan dan nilai tambah perusahaan.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Danantara menargetkan proses IPO sejumlah BUMN baru dapat dimulai pada 2027, setelah seluruh tahapan konsolidasi selesai. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria memastikan tidak ada BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini karena masih berada dalam fase penataan internal.

Dony menjelaskan, terdapat empat tahapan yang harus dilalui sebelum BUMN masuk ke pasar modal, yakni peninjauan fundamental bisnis, konsolidasi melalui merger atau restrukturisasi, penyusunan ulang model bisnis hasil konsolidasi, serta tahap penciptaan nilai.

Pada tahap terakhir inilah ditentukan perusahaan yang akan go public atau tetap tertutup. Danantara menargetkan perusahaan yang telah memenuhi seluruh tahapan tersebut dapat mulai menjalani proses IPO pada 2027.

Pilihan Editor: Realokasi Dana MBG Setelah Disorot Lembaga Asing

Published by
admin