
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali Rp 75 triliun dari dana Rp 276 triliun yang sebelumnya disimpan di bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dana tersebut diambil kembali untuk memenuhi kebutuhan belanja rutin kementerian dan lembaga.
Bendahara Negara itu memastikan likuiditas yang ditarik akan mengalir kembali ke perputaran ekonomi melalui belanja pemerintah. “Itu buat belanja rutin kementerian/lembaga. Jadi saya tarik seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjakan lagi, jadi langsung masuk ke sistem perekonomian,” ucapnya di gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat, 2 Januari 2026.
Purbaya menjamin penarikan tak akan mengganggu jumlah uang beredar dalam perekonomian. Sebaliknya, menurut dia, langkah ini diharapkan memberikan dampak positif melalui efek pengganda (multiplier effect) dari belanja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Meski demikian, bekas Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu tak menjelaskan secara rinci dari bank mana saja dana tersebut ditarik. Sementara itu, dana pemerintah sebesar Rp 201 triliun tetap ditempatkan di perbankan untuk menjaga likuiditas.
Sebelumnya Purbaya telah menyuntikkan dana Rp 276 triliun ke sistem perbankan lewat dua tahap. Pada September 2025 ia menggelontorkan Rp 200 miliar dipindahkan ke lima bank yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Di November 2025 Purbaya menambah suntikan dana Rp 76 triliun ke sejumlah Bank Himbara dan 1 Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Pemindahan uang pemerintah dari Bank Indonesia ke sistem perbankan bertujuan mendorong kredit sektor riil dan menggerakkan perekonomian. Namun ia mengakui bahwa dampak injeksi likuiditas itu belum begitu optimal mendorong laju perekonomian.
“Dampak kebijakan injeksi uang yang kami taruh di sistem perbankan, itu enggak seoptimal yang saya duga sebelumnya,” ujar Purbaya di sela pertemuan dengan media di kantornya, Rabu, 31 Desember 2025.
Permasalahan tersebut, menurut dia, sudah diperbaiki. Sehingga ekonomi selama 1 bulan terakhir sudah membaik. Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat tahun ini akan mencapai 5,4 persen. Sedangkan untuk keseluruhan tahun 2025 ia meramal ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2 persen atau sesuai dengan target APBN.
Ia meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik lewat sinkronisasi dengan BI dan sederet perbaikan. Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat melesat hingga 6 persen meski target APBN 2026 hanya 5,4 persen.
Pilihan Editor: Seberapa Besar Peluang Pemerintah Mencapai Target Pajak 2026