Categories: Finance

Pertamina NRE gandeng perusahaan Cina dalam proyek EBT

PERTAMINA New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalin kerja sama dengan perusahaan energi asal Cina, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., untuk mengembangkan proyek energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Kesepakatan itu diteken oleh CEO Pertamina NRE John Anis dan Chairman of the Board GCL Intelligent Energy, Zhi Fei.

Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah, energi terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas guna mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional.

John Anis mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. “Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari 2026.

Dalam rangkaian kerja sama ini, delegasi Pertamina NRE juga meninjau fasilitas pembangkit listrik berbasis sampah milik GCL. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik operasi dan manajemen proyek.

Pertamina NRE menilai kerja sama ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi dan model bisnis energi bersih di Indonesia. Langkah ini juga diharapkan memperkuat peran Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission pada 2060.

Sementara itu, Zhi Fei menyebut Indonesia sebagai pasar penting dalam pengembangan energi bersih global. “GCL berharap dapat memanfaatkan percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan Pertamina NRE,” kata John Anis.

Pilihan Editor: Benarkah Indonesia Bisa Menyetop Impor Solar

Published by
admin