
KEMENTERIAN Keuangan menggelar lelang surat utang negara (lelang SUN) pada Selasa, 20 Januari 2026. Total penawaran yang masuk dari lelang elang obligasi pemerintah itu mencapai Rp 82,9 triliun.
Ada 9 seri surat utang yang ditawarkan pada lelang SUN kedua di tahun 2026 ini. “Total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 36 triliun,” demikian pengumuman di laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
Sembilan seri SUN yang akan dilelang adalah seri SPN01260221 (New Issuance); SPN12260423 (Reopening); SPN12270107 (Reopening); FR0109 (Reopening); FR0108 (Reopening); FR0106 (Reopening); FR0107 (Reopening); FR0102 (Reopening); dan FR0105 (Reopening).
Seri FR0109 yang paling diminati dengan penawaran masuk tertinggi Rp 15,39 triliun. Disusul seri FR0108 dan SPN12270107 dengan penawaran investor masing-masing Rp 14,62 triliun dan 14,48 triliun.
Pada lelang sebelumnya Kemenkeu juga melelang 9 seri SPN (Surat Perbendaharaan Negara) dan FR (Fixed Rate). Total penawaran investor yang masuk pada lelang di awal tahun itu mencapai Rp 90,9 triliun dan total yang dimenangkan sebesar Rp 40 triliun.
Lelang SUN ini dilakukan untuk memenuhi target pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026. Penawaran obligasi pemerintah merupakan bagian dari pembiayaan anggaran dan juga menalangi defisit APBN tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp 689,1 triliun.
Berdasarkan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2026 atau UU APBN nomor 17 tahun 2025, pembiayaan utang tahun ini ditargetkan Rp 832,2 triliun. Angkanya naik dibanding target tahun lalu yang sebesar Rp 775,9 triliun.
Pilihan Editor: Apa Dampaknya Jika Defisit APBN Melonjak