
PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI akan mengganti 12 trainset yang telah beroperasi lama dengan unit lokomotif produksi PT Industri Kereta Api (INKA) Persero.
“INKA masih ada 12 lagi yang sekarang sedang proses pengujian,” kata Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Purnomo mengatakan saat ini terdapat empat trainset tua yang sudah diganti dengan produksi INKA. Empat kereta yang telah beroperasi merupakan seri CLI-225. Sementara itu terdapat sisa 12 unit kereta INKA yang saat ini masih dalam proses pengujian. Dengan demikian, PT KCI akan mengganti sebanyak 16 kereta pada tahun ini.
Adapun trainset yang akan diganti masih terbatas rute Bogor dan Cikarang. Alasannya, karena hanya rute tersebut yang baru bisa menerapkan 12 gerbong dalam satu rangkaian atau SF12.
Ia pun mendorong Kementerian Perhubungan menambah kemampuan daya listrik di rute Rangkasbitung agar bisa mendukung SF12 sehingga semakin banyak jumlah penumpang yang diangkut.
Purnomo mengatakan pembiayaan penggantian kereta bersumber dari penyertaan modal negara (PMN). Adapun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan PT KAI–induk dari KCI–mendapatkan PNM sebesar Rp 2,27 triliun. Dari total dana tersebut, KAI menerima PNM tunai sebesar Rp 1,8 triliun yang dikhususkan pembelian trainset.
Purnomo menargetkan 12 kereta baru pengganti akan datang secara bertahap ke Jakarta dan beroperasi pada Juni mendatang. “Jadi nanti setiap bulan akan datang lagi satu atau dua,” tutur dia. Ia mengatakan saat ini PT INKA sedang menguji trainset 5 dan trainset 6 dengan jarak tempuh sejauh 45 ribu kilometer.
Ia mengatakan tidak boleh ada satu gangguan pun yang terjadi selama proses pengujian. Jika ada kendala, kata Purnomo, PT INKA harus mengulang proses pengujian. “Meskipun industri anak bangsa kan tetap harus kita dorong agar mereka juga mengikuti normatifnya,” kata Purnomo.
Pilihan Editor: Lika-liku Pengadaan KRL Cina