
Selain di Kabupaten Sragen, Sudarsono mengungkapkan Bulog merencanakan pembangunan pabrik tepung beras di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, serta pabrik pakan ternak berbasis jagung di Gorontalo. Ketiga proyek tersebut akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Untuk pabrik pengolahan pangan berbasis jagung di Sragen, Sudarsono mengatakan Bulog akan menggandeng universitas, termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dalam pengembangan teknologi pengolahan. Pabrik ini dirancang untuk mengolah pangan berbasis jagung lokal. “Pabrik di Sragen nanti akan menampung produksi jagung dari Pulau Jawa, baik itu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta luar Jawa dan sekitarnya, seperti Lampung dan Sumatera Selatan. Ini akan membantu stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mengurangi impor jagung,” kata Sudarsono. Keberadaan pabrik pengolahan pangan berbasis jagung di Sragen itu juga akan menjadi pemasok bagi produsen atau industri-industri yang membutuhkan bahan baku pangan dari jagung tersebut. Fasilitas yang akan dibangun untuk melengkapi pabrik itu di antaranya meliputi dryer jagung, silo penyimpanan, serta unit pengolahan jagung khusus pangan. Saat ilni Bulog tengah menyelesaikan proses hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Sragen sebelum memasuki tahap konstruksi yang direncanakan berlangsung secara bertahap mulai 2026. Bulog menilai keberadaan pabrik ini akan menjadi kekhasan industri pangan Sragen, sekaligus memperkuat peran BUMN pangan dalam menjaga ketahanan pangan nasional berbasis produksi domestik. Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. “Untuk mendukung hilirisasi pangan oleh Bulog, berapa pun lahan yang dibutuhkan, Insya Allah kami siap menyediakan,” ujar Sigit.Pilihan Editor: Ekses Lain Penyerapan Gabah Segala Kualitas: Gudang Bulog Kurang